Wisata Religi di Yogyakarta, 4 Masjid Batas "Negoro"




Masjid kauman, masjid keraton
Pathok dalam bahas jawa mempunyai arti tonggak penanda tapal batas, sehingga pathok negoro merupakan satu penanda tapal batas suatu Negara atau kerajaan saat itu. Bangunan pathok negoro bagi kasultanan Yogyakarta bermula ketika Sultan Hamengku Buwono I berguru kepada seorang ulama bernama Kyai Muhammad Faqih. Beliau menasehatkan agar Sultan mengangkat pathok pathok negoro, namun yang dimaksud pathok negoro tersebut adalah para ulama yang memberikan ajaran serta menuntun akhlak dan budi pekerti dan setiap pathok tersebut diberikan anah perdikan.


Akhirnya Kyai Muhammad Faqih yang tidak lain masih merupakan kakak ipar Sultan Hamengku Buwono I, diangkat sebagai kepala pathok pada tahun 1701 dan diberikan tanah perdikan yang berupa alas awar awar yang kemudian didirikan masjid, tempat ini kemudian di beri nama Wa Anna Karoma yang berarti agar mulya sungguh sungguh, namun karena pelafalan masyarakat setempat menjadi Wonokromo.
Inilah masjid masjid pathok negoro yang ada menyebutnya sebagai Kiblat Papat Lima Pancer :
1. Masjid Taqwa Wonokromo
masjid taqwa, masjid wonokromo
Masjid Taqwa Wonokromo berada di wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta, keberadaanya yang di dekat tempuran sungai opak dan oya cukup jauh dari keramaian kota yang menambah kekhusukan saat menjalankan ibadah. Menempati tanah putih seluas 5000 meter persegi dengan luas bangunan saat didirikan seluas 420 meter persegi dan setalah dilakukan pengembangan hingga saat ini menjadi 750 meter persegi. Bagian serambi masjid seluas 250 meter persegi, ruang perpustakaan seluas 90 meter persegi dan halaman seluas 4000 meter persegi.



2. Masjid Sulthoni Plosokuning
ploso kuning, masjid
Masjid Sulthoni Plosokuning berada di Jl. Plosokuning Raya No. 99, desa Minomartani, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan menempati area sebesar 2.500 meter persegi tanah milik kasultanan Yogyakarta, dengan luas bangunan seluas 288 meter persegi pada saat dibangun dan mengalami pengembangan hingga saat ini menjadi 328 meter persegi. Masjid Sulthoni Plosokuning sendiri dibangun pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono III yang merupakan ayahanda P. Diponegoro, yaitu ketika Kyai Raden Mustafa (Hanafi I) menjadi abdi dalem keraton Kasultanan.



3. Masjid Jami’ An-Nur Mlangi
masji mlangi, pathok negara
Masjid Jami’ An-Nur Mlangi terletak di dusun Mlangi, desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang masuk dalam desa wisata Mlangi. Masjid ini menempati area seluas seribu meter persegi milik Kasultanan Yogyakarta. Dengan luas yang terbagi dalam beberapa ruangan, ruangan utama sebesar 20 x 20 meter persegi, serambi masjid 12 x 20 meter,  ruang perpustakaan 7 x 7 meter persegi, persegi, serta luas halaman sebesar 500 meter persegi. Bangunan Masjid berada pada tanah yang lebih rendah daripada tanah lain disekitar  masjid, sehingga anda akan melewati beberapa anak tangga yang ada di gapura.



4. Masjid Nurul Huda Dongkelan
masjid nurul huda, pathok negoro
Masjid Nurul Huda Dongkelan terletak di desa Kauman, dusun Dongkelan, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Masjid ini dibangun pada tahun 1775, yang digunakan sebagai tempat ibadah dan sekaligus benteng pertahanan. Dan yang ditugaskan untuk menjadi penghulu untuk mengelola masjid ini adalah Kyai Syihabudin. Seorang yang memenangkan sayembara dimana Pangeran Mangkubumi mencari seorang pengawal yang mempunyai kesaktian tinggi.




5. Masjid Ad-Dorojatun Babadan
masjid babadan, pathok negoro
Masjid Ad Dorojatun Babadan terletak di desa Babadan, kecamanatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Masjid ini mudah ditemukan karena letaknya tidak jauh dari jalan besar. Dari Kebun Binatang Gembira loka menuju arah timur, perempatan gedongkuning kekiri lurus hingga ada pohon beringin lurus aja terus diujung jalan tersebut keberadaan Masjid Ad Dorojatun Babadan.Masjid Ad-Dorojatun merupakan salah satu masjid Pathok Negoro yang dibangun oleh Keraton. Masjid ini sendiri dibangun pada tahun 1774 oleh Sultan Hamengku Buwono I  dengan arsitektur sama dengan masjid pathok negoro. yogyakarta. panduanwisata.





Description: Wisata Religi di Yogyakarta, 4 Masjid Batas "Negoro" Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Religi di Yogyakarta, 4 Masjid Batas "Negoro"


Shares News - 15.00
Read More Add your Comment 0 komentar


Wisata Sumatera : Air terjun Dua Warna "Sumatera Utara"



Tentang Air terjun Dua Warna

Air terjun Dua Warna merupakan salah satu wisata alam yang terletak di Desa Durin Sirugun, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Air terjun ini terbentuk akibat dari letusan Gunung Sibayak ratusan tahun silam dan sumber air terjun ini pun berasal dari Gunung Sibayak. Sesuai dengan namanya, air terjun ini memiliki dua warna, yaitu biru muda yang terdapat pada air yang turun dari atas dan putih keabu-abuan yang terdapat pada air yang tertampung di bawah.


Warna air yang dimiliki oleh air terjun ini dipengaruhi kandungan fosfor dan belerang yang terdapat di dalam airnya. Dengan adanya kandungan dua zat tersebut, air yang berada di lokasi Air Terjun Dua Warna ini dilarang untuk diminum. Jadi, jangan sekali-sekali mencoba untuk meminum air di lokasi obyek wisata yang satu ini ya. Cukup nikmati gradasi airnya yang cantik dan panorama sekitar yang masih asri sambil bermain air di obyek wisata Air Terjun Dua Warna ini.


Air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 100 m ini berada di dalam hutan. Namun tak usah khawatir karena kita bisa menggunakan jasa pemandu lokal untuk menyusuri hutan menuju Air Terjun Dua Warna. Tarif sewa pemandu lokalnya berkisar antara Rp. 100.000-300.000, tergantung dari penawaran. Perjalanan menuju air terjun ini diawali dari pintu masuk utama bumi perkemahan Sibolangit yang kemudian dilanjutkan dengan trekking menyusuri hutan selama sekitar 2-3 jam. Jadi jika ingin berwisata ke tempat ini, pastikan kita mempunyai stamina yang cukup dan sebaiknya tidak berkunjung ke tempat ini pada musim penghujan karena jalan menuju lokasi air terjun menjadi licin serta tidak ada tempat untuk berteduh.


Akses ke Air terjun Dua Warna transport

Dari Kota Medan, kita dapat menyewa kendaraan darat untuk menuju ke Kecamatan Sibolangit yang berjarak sekitar 75 km dan pastikan untuk menuju ke lokasi bumi perkemahan Sibolangit yang merupakan gerbang menuju lokasi Air Terjun Dua Warna.utiket.com

Description: Wisata Sumatera : Air terjun Dua Warna "Sumatera Utara" Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Sumatera : Air terjun Dua Warna "Sumatera Utara"


Shares News - 01.54
Read More Add your Comment 0 komentar


Wisata Unik dan Aneh : Gua Tabuhan Pacitan




gua tabuhan
Informasi Wisata
LokasiDesa Wereng, Kecamatan Punung, Pacitan, Jawa Timur.
TiketRp 4.000,-
Waktu Buka07.00 – 17.00
Fasilitas/ Obyek WisataMusik Gamelan alam, keindahan Stalaktit dan stalagmit
Gua Tabuhan merupakan salah satu gua yang memiliki keunikan tersendiri. Gua Tabuhan diambil dari bahasa jawa tabuhan yang mempunya arti alat musik yang dimainkan. Debur ombak atau kicauan burung merupakan musik alam yang sangat khas. Akan tetapi, di Gua Tabuhan, Anda akan mendengar alunan musik gamelan Jawa dari stalaktit dan stalagmit yang dimainkan para seniman. Letaknya berada di Dusun Tabuhan, Desa Wereng, Kecamatan Punung, Pacitan, dan berjarak sekitar 40 km dari Kota Pacitan.

Begitu masuk kedalam Gua Tabuhan, Anda harus melewati beberapa puluh anak tangga dan memasuki lubang gua yang besar. Sebelum masuk, sebaiknya Anda membaca peta dan sejarah gua ini di depan pintu masuknya. Anda juga bisa menyewa beberapa pemandu. Suasana yang gelap, licin dan lembab akan Anda rasakan seketika memasuki gua tersebut. Stalaktit dan stalagmitnya menghiasi Gua Tabuhan. Jalannya pun cukup licin, maka berhati-hatilah. Akan tetapi, di sana terdapat tiang dan juga cahaya penerangan yang memadai.

Berjalan lebih ke dalam, Anda dapat melihat keindahan serta keajaiban Gua Tabuhan. Di sanalah para seniman memainkan alunan musik gamelan Jawa. Tidak dengan gendang atau alat musik lainnya, tapi dengan memukul dan memainkan stalaktit dan stalagmit! Sungguh ajaib. Para seniman begitu syahdu memainkan stalaktit dan stalagmit yang seolah alat musik tersebut. Irama musik khas gamelan Jawa pun akan menambah rasa kagum Anda terhadap musik yang berasal dari alam.

Dengan membayar sekitar biaya sekitar Rp 100.000, Anda bisa mendengarkan alunan musik gamelan jawa tersebut. Para seniman akan memainkan sekitar 6 lagu dan Anda bisa dengan santai menikmatinya. Jangan lupa mengabadikan moment unik tersebut dalam kamera Anda. wisatapanorama.
Description: Wisata Unik dan Aneh : Gua Tabuhan Pacitan Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Unik dan Aneh : Gua Tabuhan Pacitan


Shares News - 17.52
Read More Add your Comment 0 komentar


Wisata Unik dan Aneh : Kayangan Api




kayangan api Bojonegoro
Informasi Wisata
LokasiDesa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur.
TiketRp.3.000,-
Waktu Buka24 jam
Fasilitas/ Obyek Wisatakeunikan api yang tak kunjung padam atau api abadi
Kayangan Api atau Kahyangan api  Kayangan api adalah sumber api abadi atau api yang tidak pernah padam. Api keluar dari dalam perut bumi terus menerus. Kayangan api terletak di kawasan hutan di Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Bojonegoro Jawa Timur. Sebuah desa yang memiliki kawasan hutan kurang lebih 42,29% dari luas desa. Tempat itu dapat ditempuh dengan jarak 25 Km dari arah kota Bojonegoro.

Menurut cerita kayangan api adalah tempat bersemayamnya Mbah Kriyo Kusumo atau Empu Supa yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah pandhe berasal dari kerajaan Majapahit. Mbah Pandhe ahli membuat alat-alat pusaka seperti keris, tombak, cudrik dan lain-lain. Sumber api tersebut masih dianggap keramat oleh masyarakat setempat. Api hanya boleh diambil pada saat-saat tertentu, seperti yang sudah-sudah, misalnya, upacara Jumenengan Ngarsodalem Hamengku Buwono X, untuk pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan upacara-upacara yang dianggap sakral.
Selain tempat wisata kayangan api juga sebagai tempat berobat, disamping sumber api terdapat sumber mata air yang kelihatan panas jika dilihat tapi dingin jika disentuh, air tersebut disebut Air Blekuthuk, baunya khas yaitu bau belerang yang memiliki khasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Menurut juru kunci, telah banyak yang sembuh penyakitnya setelah berendam di air tersebut. Air Blekuthuk ini dulunya untuk mencuci dan merendam keris yang dibuat oleh Mbah Pandhe. Bahkan oleh masyarakat sekitar maupun pengunjung lokasi tersebut, air Blekuthuk tersebut dianggap membawa berkah, karena selain dapat mengobati penyakit juga dianggap dapat membawa keberuntungan bagi mereka yang datang.

Lokasi kayangan api sangat baik untuk kegiatan sebagai lokasi wisata alam bebas(outbound). Dan pada hari-hari tertentu terutama pada hari Jum’at Pahing banyak orang berdatangan di lokasi tersebut untuk maksud tertentu seperti agar usahanya lancar, dapat jodoh, mendapat kedudukan bahkan ada yang ingin mendapat pusaka. Acara tradisional masyarakat yang dilaksanakan adalah Nyadranan (bersih desa) sebagai perwujudan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa. Pengembangan wisata alam Kayangan Api diarahkan pada peningkatan prasarana dan sarana transportasi, telekomunikasi dan akomodasi yang memadai. wisatapanorama.
Description: Wisata Unik dan Aneh : Kayangan Api Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Unik dan Aneh : Kayangan Api


Shares News - 17.49
Read More Add your Comment 0 komentar


Wisata Unik dan Aneh : Bledug Kuwu Kawah Lumpur di Kabupaten Grobogan




Bledug Kuwu adalah sebuah kawah lumpur (mud volcano) yang terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Propinsi Jawa Tengah. Tempat ini dapat ditempuh kurang lebih 28 km ke arah timur dari kota Purwodadi. Bledug Kuwu merupakan salah satu obyek wisata andalan di daerah ini, selain sumber api abadi Mrapen, dan Waduk Kedungombo. Obyek yang menarik dari bledug ini adalah letupan-letupan lumpur yang mengandung garam dan berlangsung terus-menerus secara berkala, antara 2 dan 3 menit.


Masyarakat Grobogan Purwodadi sudah tidak asing lagi akan adanya “bledhug kuwu“ tersebut, sebab obyek Bledhug Kuwu telah menjadi obyek wisata alam yang menarik di daerah tersebut. Keajaiban alam berupa “plembungan endhut“ yang meletus ( bledhug ) dengan suara letusan yang cukup keras ini memang benar – benar ajaib. Bledhug itu sepanjang zaman tidak putus – putusnya terjadi dilokasi tanah seluas kurang lebih 40 Ha. Bledhug itu ada yang sangat besar, bahkan ada yang sebesar rumah penduduk.

Menurut cerita tutur, bledhug itu terjadi karena ulah Jaka Linglung, Putra Aji Saka atau Prabu Jaka dari kerajaan Medang Kamulan.


Pada satu ketika Jaka Linglung yang berwujud ular naga itu disuruh Aji Saka atau Prabu Jaka membunuh Dewata Cengkar yang telah berubah rupa menjadi seekor buaya putih yang sangat besar, sebagai syarat untuk diakui sebagai anaknya. Jaka Linglung berangkat ke laut selatan tempat Dewata Cengkar bertahta. Dia tidak sabar melalui darat, maka dia melalui dalam tanah, jalan yang dilalui oleh Jaka Linglung itu akhirnya berubah menjadi “tanah lendhut“ Bledhug yang terjadi adalah nafas Jaka Linglung selama dalam perjalanan itu. Jadi menurut kepercayaan orang, ada hubungan bledhug itu dengan laut selatan.


Kenyataan sampai sekarang, air dari bledhug itu mengandung garam dan ditambang oleh penduduk sekitarnya sebagai tambang garam yang diambil dari air bledhug tersebut.

Selanjutnya cerita Jaka Linglung menurut cerita Aji saka, adalah sebagai berikut : Dalam serat primbon Jayabaya ( hal. 23 – 24 ) terdapatlah pasal yang menyebutkan tentang perginya Prabu Esaka dalam bab V Piwulang Dewa, yang berbunyi:


Pun Jaka sengkala anakipun Empu Anggejali, patutan saking Dewi Saka, Putranipun Raja Sarkil ing pulo Najran Sareng Jaka Sengkolo jumeneng nata, jejuluk Sang Aji Saka jengkar saking negaripun lajeng Nga Jawi, tanpo wonten ing redi kandha ( kendeng ? ) tlatah banyuwangi jejuluk Empu Sengkala. Anuju ing Surya Adam, tahun 5164, Chandra 5316, Empu Sengkala macak titimangsa tahun jawi : kaeteng tahun Candra – Sengkala I Warsa. Tahun Rum anuju angka 444 warsa. Tahun Adam tahun Surya 5161 warsa. Tahun Masehi 78 jumenengan nata.
Description: Wisata Unik dan Aneh : Bledug Kuwu Kawah Lumpur di Kabupaten Grobogan Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Unik dan Aneh : Bledug Kuwu Kawah Lumpur di Kabupaten Grobogan


Shares News - 22.00
Read More Add your Comment 0 komentar


Harga Hotel Murah Di Jogja Ala Backpacker



ndalem suratin jogja
Bagi sahabat yang ingin liburan di jogja dengan biaya murah meriah. Dibawah berikut situs tips witata murah sajikan tabel harga hotel murah kelas melati ala Backpacker, yang berkisar dari Rp 75 ribuan sampai Rp 295 ribu. Namun bila sahabat atau pembaca menginginkan yang agak mahalan dikit, silahkan ikuti posting kami sebelumnya yang bertajukHotel Jogja Dan untuk memberi informasi pencarian hotel murah di Yogyakarta. Halaman ini akan kami update setiap waktu





Barang kali sahabat kepingin mengetahui obyek apa saja yang bisa anda kunjungi di jogja atau yogyakarta. 
Description: Harga Hotel Murah Di Jogja Ala Backpacker Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Harga Hotel Murah Di Jogja Ala Backpacker


Shares News - 04.39
Read More Add your Comment 0 komentar


Sekali Jelajah Singapura, 8 Tempat Terlampaui



Singapura memang bukan destinasi wisata yang asing bagi orang Indonesia. Apalagi bagi masyarakat yang tinggal di Batam. Saya percaya, daripada dikasih tiket gratis ke Jakarta lebih baik ke Singapura. Sebab sama saja ke luar negeri.
Karena letak geografis yang teramat dekat ini (45 menit menggunakan ferry), bermunculan-lah tour and travel di Batam. Nyaris setiap hari ada paket tur 1 hari dengan harga bersaing yang diiklankan di koran-koran.
Rata-rata peserta tur yang bersama saya adalah masyarakat dari luar Batam dan bahkan belum pernah sekalipun ke luar negeri (atau ke Singapura). Paket perjalanan dan harga sangat bergantung dengan negosiasi sang bos. Untuk mencapai Singapura kami menggunakan ferry dengan pilihan beberapa pelabuhan internasional di Batam. Lokasi dan jam keberangkatan juga tergantung dari padatnya jadwal tur maupun lokasi hotel di Batam. 

Ini salah satu contoh jadwal ferri Batam fast. Tapi biasanya kami mengambil jam keberangkatan paling pagi atau kedua paling pagi (karena peserta tur tidak mau rugi dan sudah tidak sabar mengumpulkan cap imigrasi di paspor mereka yang baru) dan pulang dengan kapal terakhir.Untungnya, saya tidak perlu mengambil paket itu, karena saya berkesempatan menjadifreelance Tour guide di Batam selama beberapa bulan di pertengahan tahun 2011 hingga saat ini.
Sesampainya di Singapura, berikut tempat tempat wajib yang biasa dikunjungi :

 1. Merlion park

Ibaratnya nggak ke Singapura jika nggak absen dengan singa ini. Kegiatan disini hanya satu. Narsis! Tetapi jangan salah waktu yang dihabiskan bisa mencapai 2 jam. Untungnya hanya dengan melihat aksi dan pose-pose aneh para pengunjung tidak akan membuat anda bosan. Lihat saja aksi beberapa orang yang berusaha membuat rekayasa foto seunik mungkin. Ada yang pose seperti minum air pancuran singa, shower dengan patung singa hingga [maaf] pose seperti cowok lagi pipis. HAHHAHAAH! kalau sudah begini kreativitas orang Indonesia tidak akan terkalahkan dengan negara lain.
Foto disana..Foto disini

Selain itu disekitar Merlion Park, juga dapat anda saksikan Esplanade (capek jalan jadi cukup lihat saja) dan gedung terbaru Marina Bay Sands.
Esplanade

2. Universal Studio

Ini wahana paling HOT saat ini di Singapore sehingga wajib hukumnya untuk datang lalu foto di bunderan globenya. Yah lumayan walaupun tidak masuk ke Universal Studionya 

3. Sentosa Island

Berada di Universal studio berarti kita sudah berada di Sentosa Island. Silahkan jalan jalan dan berikutnya dapat anda temukan abang Merlion yang satu lagi. Photo lagi yuk! Disini juga kita bisa habiskan waktu untuk melihat pantai Singapura atau melihat pertunjukan Songs of the Sea.
Tour Guide juga harus Narsis

Songs of the sea

4. Makan Siang di Hj.Maimunah

Karena kebanyakan peserta tur adalah muslim, maka disarankan mencari restoran halal. Ini salah satu tempat favorit makan siang yang ada di Singapura yaitu Hj. Maimunah yang ada di Bencoolen. Menu yang ditawarkan pun sangat indonesia seperti nasi campur, bakso, soto dan lain lain. Selain itu disampingnya juga terdapat masjid bagi yang ingin sholat. Sempurna! 

Masjid Bencoolen

5. Mustafa Centre – Little India.

Ke Singapura tetapi berasa ke India. Kemana lagi kalau bukan di Little India. Para peserta tur akan diajak melihat lihat kawasan little India dan bagi para wanita akan menuju ke Mustafa Center. Ceritanya Mustafa Center ini supermarket serba ada yang buka 24 jam dan murah murah serta menyediakan aneka jenis kebutuhan rumah tangga serta pastinya oleh oleh.Yang saya sarankan dibeli adalah aksesorisnya yang lucu lucu dan bewarna emas emas kayak orang India gitu. Ada juga kain sari loh!


6. Orchard Road

Nah ini memang surganya wanita! Biasanya peserta tur wanita akan langsung bergerak sendiri tanpa perlu didampingi oleh tour guide. Yang bapak bapak/lelaki memilih mengerombol di sekitaran tong sampah untuk merokok atau sekedar duduk mengobrol. Kalaupun ada yang pergi belanja, yang dicari adalah kamera, handphone dan alat elektronik lainnya. Di sekitar jalan Orchard ini, jangan lupa mencoba es krim ala singapura yang biasanya dijual bapak bapak tua. Es krim dengan aneka rasa ini dibalut oleh roti dan cocok sekali dimakan sambil cuci mata melihat orang lewat. Harganya pun cuma SGD 1. Harga yang sama jika anda membeli soft drink maupun mineral water.


7. Rumah cokelat

Ketika membawa peserta tur, seringkali saya bertemu dengan peserta tur lainnya juga yang diarahkan ke sini untuk berbelanja oleh oleh. Padahal kalau dilihat tokoknya hanya rumah biasa dengan 2 pintu yang tidak menarik sama sekali. Mungkin kalau saya orang awam, saya tidak ngeh itu toko coklat. Mungkin juga pihak rumah coklat sengaja hanya fokus membidik para peserta tur dalam jumlah banyak sehingga tidak terlalu fokus mempercantik tampilan tokonya. Produk yang dijual disini apalagi jika bukan semua produk cokelat. Ketika peserta tur datang, kami langsung disambut dengan susu coklat dingin sebagai welcome drink. Para stafnya pun fasih Bahasa Indonesia dan langsung mempromosikan coklat yang sedang diskon. Sebenarnya rasa coklatnya seperti coklat coklat yang ada di Indonesia hanya dikemas dengan tulisan, gambar Singapura yang apik sehingga terlihat unik. Mana promosinya 3 for SGD10. Wah mana tahan!! Ditambah pula bagi orang Indonesia, mereka juga menerima pembayaran menggunakan rupiah. Siap siap dompet dibuka 

Dibeli dibeli…

8. Vivo City

Vivo City adalah salah satu mall terbesar di Singapura yang terhubung langsung dengan Harbour Front yakni pelabuhan internasional untuk pulang ke Batam. Ini juga lah titik akhir dari perjalanan tur ini. Jika masih ada waktu, para pesert biasanya berkeliling sendiri untuk mencari makan malam, belanja, cari oleh oleh atau sebagainya. Asal jangan telat ngumpul aja yah. jadiberita.
Jadi sudahkah anda mengunjungi semua tempat diatas??
jangan lupa share dan like facebooknya yah.. :)
Description: Sekali Jelajah Singapura, 8 Tempat Terlampaui Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Sekali Jelajah Singapura, 8 Tempat Terlampaui


Shares News - 03.20
Read More Add your Comment 0 komentar


Wisata Unik dan Aneh : Museum Sisa Hartaku "Yogyakarta"




Wisata Unik dan Aneh
menikmati keindahan merapi dan jejak-jejaknya (dok.pri)
Bertempat tinggal di lereng gunung yang masih aktif, seperti gunung Merapi yang terletak di Sleman, Yogyakarta, memang dilematis. Di satu sisi, lereng gunung Merapi adalah daerah subur yang mampu memberikan kehidupan bagi masyarakat. Di sisi lain, bahaya senantiasa mengancam. Gunung Merapi terkenal dengan pengulangan letusan setiap 4 tahun sekali.
Erupsi yang terjadi di gunung Merapi selalu menyisakan jejak-jejak peninggalan. Tak mengherankan, tidak lama setelah erupsi, banyak orang berdatangan untuk menyaksikan situasi dan kondisi pasca erupsi. Situasi seperti ini mendatangkan keuntungan tersendiri bagi masyarakat. Kreatifitas masyarakat akan mendatangkan keuntungan. Ada yang tergerak untuk menyediakan sarana transportasi seperti jeep, motor trail, atau bahkan jasa ojek. Ada yang berjualan makanan dan minuman. Ada yang berjualan souvenir khas merapi.
Wisata Unik dan Aneh
sebuah rumah yang terkena keganasan lahar panas dan wedus gembel ini telah disulap menjadi sebuah museum. di sini aneka peninggalan sisa erupsi merapi dipajang dan dipamerkan kepada para pengunjung (dok.pri)
Dari sekian banyak kreatifitas itu, ada sebuah tempat yang menarik untuk dikunjungi. Tempat itu bernama Museum Sisa Hartaku. Adalah mbah Wati, 65 tahun. Beliaulah yang memiliki areal rumah yang hancur diterjang ganasnya lahar panas dan wedus gembel pada erupsi 2010 lalu. Kedukaan kehilangan harta benda tak membuatnya larut dalam kedukaan. Hancurnya rumah tinggal justru memunculkan ide untuk menjadikan rumahnya sebagai sebuah harta berharga. Jadilah sebuah museum yang unik. Melalui kreatifitas mbah Wati, sisa-sisa erupsi disulap menjadi sebuah tempat yang menunjukkan kepada para pengunjung efek erupsi Merapi. Sisa-sisa keganasan erupsi ditata sedemikian rupa. Pengunjung dapat berkeliling dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri berbagai peninggalan yang masih berbentuk di rumah yang terletak di pinggir jalan itu.

Ketika berkeliling menggunakan jeep atau motor trail, kita akan bertemu dengan satu-satunya rumah yang sederhana. Di depan rumah terdapat tulisan penunjuk: Musium Sisa Hartaku. Inilah rumah satu-satunya di lokasi itu. Sementara penduduk yang lain sudah direlokasi, mbah Wati tetap setia bertempat tinggal di rumah itu sembari menjaga sisa-sisa hartanya.

Di depan rumah, terpasang kerangka sapi, baik yang masih utuh maupun sudah terpisah-pisah menjadi beberapa bagian. Ada 4 ekor sapi yang miliki mbah Wati. Semuanya mati dan tinggal tulang belulangnya. Kerangka sapi itu disusun dengan apik olehnya. Sedikit masuk, kita akan menjumpai kerangka motor. Kerangka motor ini ditempatkan sedikit agak lebih tinggi dibandingkan kerangka sapi yang masih utuh.
Wisata Unik dan Aneh
seorang pengunjung sedang berpose di samping rangka motor (dok.pri)
12.04.42 itulah kisaran angka yang terdapat pada sebuah jam dinding. Itulah saksi sejarah datangnya bencana di rumah mbah Wati. Jam dinding yang telah meleleh dan jarum-jarum penunjuknya menjadi satu itu menjadi penanda yang mahal harganya. Jam dinding itu telah menjadi pengingat dan penanda takterbantahkan.
Wisata Unik dan Aneh
peninggalan berharga berupa jam dinding yang menunjukkan kapan persisnya lahar panas menerjang rumah ini (dok.pri)
Selain itu, masih banyak peninggalan lain. Berbagai perabotan rumah tangga dipajang. Ada aneka botol yang ditata berjajar. Uniknya, botol-botol itu tidak pecah. Botol-botol itu hanya meliuk menjadi takberaturan. Ada juga peninggalan berupa gamelan yang telah rusak.

Kiranya, wisata unik ini tidak hanya untuk dinikmati. Wisata unik hasil kreatifitas keluarga mbah Wati ini dapat menjadi museum penelitian bagi anak-anak sekolah. Mereka bisa belajar banyak hal di tempat ini. Wisata bukan hanya untuk bersenang-senang menikmati pemandangan alam. Di tempat ini, anak-anak sekolah bisa juga belajar tetang Merapi, efek erupsi, dan masih banyak lagi.
Wisata Unik dan Aneh
yang masih tersisa (dok.pri)
Anda tertarik? Silahkan datang ke Museum Sisa Hartaku. Taklupa, setelah puas menikmati keajaiban alam peningggalan erupsi Merapi di tempat ini masukkan sumbangan Anda di kotak yang telah disediakan. Kotak itu terletak di dekat tiang di teras rumah.
Wisata Unik dan Aneh
yang masih tersisa (dok.pri)
Description: Wisata Unik dan Aneh : Museum Sisa Hartaku "Yogyakarta" Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Unik dan Aneh : Museum Sisa Hartaku "Yogyakarta"


Shares News - 01.22
Read More Add your Comment 0 komentar


Backpaker ke Lombok, Low Budget





Liburan menyeberang pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, identik dengan biaya mahal. Pendapat itu tidak sepenuhnya betul jika Anda melakukan perjalanan murah meriah ala backpaker. Kuncinya, rencanakan perjalanan berbekal peta dan informasi yang cukup.
Para backpaker biasanya mencapai Lombok melalui Bali. Anda bisa menuju Denpasar, Bali dengan menumpang KA ekonomi. Dari Jakarta, kita bisa memulai rute ini di Stasiun Pasar Senen. Ada dua jalur yang bisa kita tempuh yakni jalur utara dan selatan. Jalur utara bisa ditempuh dengan KA Kertajaya yang berangkat dari Stasiun Tanjung Priok sekitar pukul 15.20 Wib menuju Stasiun Pasar Turi. Sedangkan untuk jalur selatan, Anda bisa menggunakan KA Gaya Baru Malam dari Stasiun Jakarta Kota menuju Stasiun Surabaya Gubeng. Perjalanan Jakarta-Surabaya dengan kereta api ekonomi membutuhkan waktu sekitar 16 jam. Jika naik KA Kertajaya, Anda harus meneruskan perjalanan menuju Denpasar dari Stasiun Gubeng. Dari Stasiun Pasar Turi ke Stasiun Gubeng naiklah angkutan umum berwarna hijau dengan tarif Rp. 4000. Jika naik KA Gaya Baru Malam, Anda harus bermalam di Surabaya karena kereta ini tiba pada dini hari sehingga ada waktu luang beberapa saat selagi menunggu KA Mutiara Timur. Kereta ini akan membawa Anda ke Banyuwangi dan menyediakan bus ke Denpasar dengan biaya sekitar Rp. 150 ribu .
Alternatif lainnya adalah dengan menumpang KA Ekonomi Sri Tanjung yang berangkat dari Jogjakarta pukul 07.30 Wib menuju Banyuwangi. Sesampainya di Stasiun Banyuwangi Baru kira-kira pukul 23.30 Wib, Anda bisa berjalan kaki ke Pelabuhan Ketapang dan berangkat dengan kapal Feri dengan biaya Rp. 6 ribu per orang. Penyebarangan Ketapang – Gilimanuk tetap buka hingga malam, jadi Anda tidak perlu khawatir harus menunggu lama. Sesampainya di Pelabuhan Gilimanuk Anda harus meneruskan perjalanan menuju Terminal Ubung Denpasar dengan bus bertarif mulai Rp. 15 ribu hingga 25 ribu tergantung jenis bus, berAC atau tidak.
Sesampainya di Denpasar, Anda harus menuju Pelabuhan Padang Bai. Atau jika ingin cepat, kita bisa menumpang bus langsung dari Gilimanuk ke Padang Bai dengan tarif Rp. 40 ribu. Perjalanan selanjutnya adalah menyeberang dengan kapal feri dari Padang Bai ke Mataram via Pelabuhan Lembar Lombok dengan waktu tempuh sekitar 5 jam.
Akhirnya kita sampai di Mataram. Supaya menghemat, Anda bisa menyewa motor di Mataram untuk melakukan perjalanan selanjutnya menjelajahi objek wisata di Lombok. Jangan lupa melihat peta agar perjalanan Anda lebih sistematis alias tidak bolak balik. Lebih baik carilah rute yang searah untuk mencapai satu destinasi lain ke destinasi berikutnya. Misalnya dari Mataram menuju Gili Trawangan, Anda bisa mencari beberapa objek wisata yang bisa kita jumpai sepanjang jalan antara Mataram hingga Gili Trawangan. Dengan begitu energi tidak terbuang percuma dengan biaya perjalanan lebih hemat. Tempat penyewaan motor di Mataram cukup banyak. Misalnya di belakang Hotel Lombok Plaza tepatnya di jalan Gelatik Cakranegara yang mematok tarif Rp. 50 ribu per hari untuk motor manual dan Rp. 60 ribu per hari untuk motor matik. Selain itu ada di Oka Home Stay yang berada di Jalan Repatmaja Cakranegara dengan biaya sewa yang relatif sama. Jika kita meminjam lebih dari sehari, biasanya mereka akan memberikan potongan harga, sehingga biaya totalnya lebih murah. Setelah urusan motor beres, kita bisa mencari penginapan murah yang ada di seputaran kota ini. Misalnya di Wisma Nusantara II yang ada di pusat kota, tepatnya Jalan Beo, Cakranegara. Tarif penginapan ini Rp. 60 ribu untuk kamar Non-AC dan yang paling mahal Rp. 190 ribu untuk kamar VIP. Selain Wisma Nusantara II, Anda bisa menginap di Hotel Ayu Jaya dengan tarif mulai Rp. 70 ribu per malam. Atau jika Anda ingin beristirahat lebih nyaman, bisa memilih Graha Ayu Hotel, Giri Hotel Lombok atau Bidari Hotel. Baiklah, akomodasi dan penginapan beres, istirahat sejenak, esok hari perjalanan selanjutnya akan Anda jalani. Persiapkan perlengkapan seperti kamera dan lainnya untuk menyambut keindahan Lombok yang memesona.
Nah, karena tujuan akhirliburan di Lombok adalah Gili Trawangan, maka tak ada salahnya untuk memulai perjalanan pertama ke destinasi yang terjauh dari pulau kecil ini. Rute pertama adalah pantai Kuta dan Tanjung A’an yang berjarak sekitar 56 km dari Mataram. Kedua pantaiyang berada di Lombok Selatan ini bersebelahan dan sama-sama indah. Pantai Kuta dengan pasir putihnya yang halus serta Tanjung A’an yang pasirnya serupa butiran merica. Selain view-nya yang apik, kita bisa melakukan snorkling untuk melihat kekayaan perairan ini. Puas bermain di pantai, selanjutnya kita akan mengunjungi Sade desa Rambitan yakni desa tradisional yang menarik. Mampirlah sebentar untuk melihat kehidupan masyarakatnya serta berbagai sovenir yang mereka jual. Rumah-rumahnya unik, lingkungannya bersih serta penduduknya ramah, sayang jika tidak Anda abadikan di kamera.
Lepas dari keunikan Sade, lanjutkan perjalanan menuju pantai Senggigi. Pantai ini menghadap barat sehingga sangat cocok untuk menjaring matahari senja alias sunset. Manfaatkan sore Anda dengan bersantai di pantai ini. Saat surya turun perlahan teapat di tengah hamparan pantai, Anda akan melihat betapa indahnya pantai yang mendadak semburat jingga. Pesona tiada tara. Malam menjelang saatnya kembali ke penginapan sembari mencicipi kuliner khas Lombok sebagai penutup malam. Dari arah barat laut, Mataram hanya berjarak 12 km dari Senggigi.
Keesokan harinya, kita akan menempuh perjalanan dari Mataram menuju Gili Trawangan via Pelabuhan Bangsal Lombok Utara. Menuju Pelabuhan Bangsal, kita bisa mampir sejenak ke Pusuk Pass. Pusuk pass adalah kawasan hutan wisata dengan luas 43.550,23 hektar. Ada sekitar 162 jenis pohon di tempat ini dan sekawanan monyet yang jinak. Berhentilah sejenak dan jangan kaget, Anda akan disambut monyet-monyet lucu. Hamparan pemandangan yang hijau serta udara yang segar, akan mengisi energi kita sebelum ke Gili Trawangan. Penyebarangan dari pelabuhan bangsal ke Gili Trawangan membutuhkan waktu sekitar 40 menit dengan menumpang boat bertarif Rp. 10 ribu per orang. Oya, jangan lupa, titipkan motor Anda di pelabuhan Bangsal ya, karena Gili Trawangan bebas dari kendaraan bermotor.
Hola Gili Trawangan ! akhirnya sampai juga di pulau paling esksotis di Lombok. Ada banyak aktivitas yang bisa kita lakukan disini. Snorkling, diving, bersantai di bibir pantai, mengelilingi pulau dengan sepeda atau cidomo, menikmati wisata kuliner atau hiburan malam disini. Semuanya patut di coba jika Anda ingin merasakan sudut “surga” di pulau ini. Bermalam di Gili Trawangan adalah pilihan yang menarik. Anda bisa menginap di hotel dan resort yang ada di sini atau tidur di tepian pantai bersama para backpaker lainnya. Jangan lupa untuk menyusuri dua gili lainnya yakni Gili Meno dan Gili Air. Pulau-pulau kecil itu bisa Anda kunjungi dengan boat dari Gili Trawangan atau dengan paket snorkling yang disediakan para operator di Gili Trawangan. Sudah 2 hari 1 malam di Gili Trawangan, kini waktunya kembali ke Lombok. Penyeberangan terakhir dari Gili Trawangan ke Lombok adalah pukul 17.00 WITA. Jangan sampai ketinggalan ya.
Sesampainya di Mataram, istirahatlah sejenak dan jangan lupa membeli oleh-oleh di toko-toko sovenir sekitaran ibukota Lombok ini. Keesokan harinya, perjalanan panjang menunggu lagi meninggalkan Lombok melalui Terminal Mandalika menuju Pelabuhan Lembar untuk menyeberang kembali ke pulau Bali. Jangan lupa, kembalikan motor sewaan Anda sebelum pulang ke pulau Jawa.
Nah, menjadi backpaker memang melelahkan, tetapi ada banyak pengalaman yang akan kita peroleh, plus stok foto yang unik. Dengan berbekal peta serta informasi yang cukup di setiap destinasi yang akan kita tuju, Anda bisa menikmati Lombok dengan low budget but a lot of fun. 
Selamat berpetualang. panduanwisata

Description: Backpaker ke Lombok, Low Budget Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Backpaker ke Lombok, Low Budget


Shares News - 17.51
Read More Add your Comment 0 komentar