Wisata Unik dan Aneh : Nikmati sensasi tidur di dalam sarang burung raksasa!




Seorang seniman asal California berhasil membangun sebuah sarang burung raksasa untuk tempat tinggal manusia.


Jayson Fann sengaja mendesain rumah uniknya mirip sarang raksasa di mana seseorang bisa merasakan bagaimana rasanya tidur seperti burung. Terbuat dari cabang-cabang pohon yang diambil dari hutan, bangunan yang diberi nama Spirit Nests ini bisa dipesan di website Big Sur Spirit Garden, sebuah pusat seni dan budaya internasional di lembah Big Sur.




Namun, bagi pengunjung yang tidak ingin membeli, mereka bisa menginap di satu-satunya sarang yang terbuka untuk umum di Resort Treebones, di pantai Big Sur. Meski demikian, sarang ini tidak benar-benar dapat menawarkan kenyamanan. 


Selain tidak ada air, bangunan ini tidak memiliki fasilitas lainnya kecuali tempat tidur. Bahkan, jika hujan turun, Anda terpaksa harus memakai jas hujan agar tidak kebasahan. Sarang yang terbuat dari cabang-cabang pohon eucalyptus ini memiliki kapasitas 8 orang.



Sebagaimana ditulis di situs resmi Big Sur Spirit Garden, Jayson menjelaskan bahwa sarang itu terbuat dari cabang pohon yang diambil dari hutan setempat. Jayson memiliki rasa hormat terhadap pohon, sehingga dia lebih memilih cabang dan selalu memotong mereka dengan hati-hati untuk memastikan bahwa pohon-pohon itu tidak rusak.




Cabang-cabang terbaik didapatkannya dari atas pohon karena dianggap telah matang dan kuat. Setelah mencabuti semua daun, cabang-cabang pohon itu kemudian dipindahkan ke lokasi yang aman. Cabang-cabang diurutkan sesuai dengan ukuran, lalu Jayson merakitnya untuk membuat pola spiral yang dirancang untuk integritas struktural dan estetika. 


Setelah sarang mencapai ukuran tertentu, struktur itu diangkut ke lokasi tujuan dan ditempatkan di atas dasaran yang kuat dengan bantuan mobil derek. Jayson menambahkan sentuhan terakhir dengan menata interior kasur dan tangga untuk akses menuju sarang.



Tertarik untuk memesan? Jayson membanderol harga USD 4.000 sampai 20.000 (Rp 39-196 juta) untuk setiap pemesanan sarang raksasanya. Website ini juga memberitahukan bahwa semua hasil dari penjualan sarang akan digunakan untuk mensponsori Big Sur Spirit Garden, sebuah pusat seni dan budaya yang berlokasi di lembah Big Sur - yang berada di antara gunung Santa Lucia dan Samudera Pasifik.

Yuk lihat keunikannya di video ini!
merdeka
Description: Wisata Unik dan Aneh : Nikmati sensasi tidur di dalam sarang burung raksasa! Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Unik dan Aneh : Nikmati sensasi tidur di dalam sarang burung raksasa!


Shares News - 02.05
Read More Add your Comment 0 komentar


Wisata Sumatera : Air terjun Dua Warna "Sumatera Utara"



Tentang Air terjun Dua Warna

Air terjun Dua Warna merupakan salah satu wisata alam yang terletak di Desa Durin Sirugun, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Air terjun ini terbentuk akibat dari letusan Gunung Sibayak ratusan tahun silam dan sumber air terjun ini pun berasal dari Gunung Sibayak. Sesuai dengan namanya, air terjun ini memiliki dua warna, yaitu biru muda yang terdapat pada air yang turun dari atas dan putih keabu-abuan yang terdapat pada air yang tertampung di bawah.


Warna air yang dimiliki oleh air terjun ini dipengaruhi kandungan fosfor dan belerang yang terdapat di dalam airnya. Dengan adanya kandungan dua zat tersebut, air yang berada di lokasi Air Terjun Dua Warna ini dilarang untuk diminum. Jadi, jangan sekali-sekali mencoba untuk meminum air di lokasi obyek wisata yang satu ini ya. Cukup nikmati gradasi airnya yang cantik dan panorama sekitar yang masih asri sambil bermain air di obyek wisata Air Terjun Dua Warna ini.


Air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 100 m ini berada di dalam hutan. Namun tak usah khawatir karena kita bisa menggunakan jasa pemandu lokal untuk menyusuri hutan menuju Air Terjun Dua Warna. Tarif sewa pemandu lokalnya berkisar antara Rp. 100.000-300.000, tergantung dari penawaran. Perjalanan menuju air terjun ini diawali dari pintu masuk utama bumi perkemahan Sibolangit yang kemudian dilanjutkan dengan trekking menyusuri hutan selama sekitar 2-3 jam. Jadi jika ingin berwisata ke tempat ini, pastikan kita mempunyai stamina yang cukup dan sebaiknya tidak berkunjung ke tempat ini pada musim penghujan karena jalan menuju lokasi air terjun menjadi licin serta tidak ada tempat untuk berteduh.


Akses ke Air terjun Dua Warna transport

Dari Kota Medan, kita dapat menyewa kendaraan darat untuk menuju ke Kecamatan Sibolangit yang berjarak sekitar 75 km dan pastikan untuk menuju ke lokasi bumi perkemahan Sibolangit yang merupakan gerbang menuju lokasi Air Terjun Dua Warna.utiket.com

Description: Wisata Sumatera : Air terjun Dua Warna "Sumatera Utara" Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Sumatera : Air terjun Dua Warna "Sumatera Utara"


Shares News - 01.54
Read More Add your Comment 0 komentar


Wisata Unik dan Aneh : Gua Tabuhan Pacitan




gua tabuhan
Informasi Wisata
LokasiDesa Wereng, Kecamatan Punung, Pacitan, Jawa Timur.
TiketRp 4.000,-
Waktu Buka07.00 – 17.00
Fasilitas/ Obyek WisataMusik Gamelan alam, keindahan Stalaktit dan stalagmit
Gua Tabuhan merupakan salah satu gua yang memiliki keunikan tersendiri. Gua Tabuhan diambil dari bahasa jawa tabuhan yang mempunya arti alat musik yang dimainkan. Debur ombak atau kicauan burung merupakan musik alam yang sangat khas. Akan tetapi, di Gua Tabuhan, Anda akan mendengar alunan musik gamelan Jawa dari stalaktit dan stalagmit yang dimainkan para seniman. Letaknya berada di Dusun Tabuhan, Desa Wereng, Kecamatan Punung, Pacitan, dan berjarak sekitar 40 km dari Kota Pacitan.

Begitu masuk kedalam Gua Tabuhan, Anda harus melewati beberapa puluh anak tangga dan memasuki lubang gua yang besar. Sebelum masuk, sebaiknya Anda membaca peta dan sejarah gua ini di depan pintu masuknya. Anda juga bisa menyewa beberapa pemandu. Suasana yang gelap, licin dan lembab akan Anda rasakan seketika memasuki gua tersebut. Stalaktit dan stalagmitnya menghiasi Gua Tabuhan. Jalannya pun cukup licin, maka berhati-hatilah. Akan tetapi, di sana terdapat tiang dan juga cahaya penerangan yang memadai.

Berjalan lebih ke dalam, Anda dapat melihat keindahan serta keajaiban Gua Tabuhan. Di sanalah para seniman memainkan alunan musik gamelan Jawa. Tidak dengan gendang atau alat musik lainnya, tapi dengan memukul dan memainkan stalaktit dan stalagmit! Sungguh ajaib. Para seniman begitu syahdu memainkan stalaktit dan stalagmit yang seolah alat musik tersebut. Irama musik khas gamelan Jawa pun akan menambah rasa kagum Anda terhadap musik yang berasal dari alam.

Dengan membayar sekitar biaya sekitar Rp 100.000, Anda bisa mendengarkan alunan musik gamelan jawa tersebut. Para seniman akan memainkan sekitar 6 lagu dan Anda bisa dengan santai menikmatinya. Jangan lupa mengabadikan moment unik tersebut dalam kamera Anda. wisatapanorama.
Description: Wisata Unik dan Aneh : Gua Tabuhan Pacitan Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Unik dan Aneh : Gua Tabuhan Pacitan


Shares News - 17.52
Read More Add your Comment 0 komentar


Wisata Unik dan Aneh : Kayangan Api




kayangan api Bojonegoro
Informasi Wisata
LokasiDesa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur.
TiketRp.3.000,-
Waktu Buka24 jam
Fasilitas/ Obyek Wisatakeunikan api yang tak kunjung padam atau api abadi
Kayangan Api atau Kahyangan api  Kayangan api adalah sumber api abadi atau api yang tidak pernah padam. Api keluar dari dalam perut bumi terus menerus. Kayangan api terletak di kawasan hutan di Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Bojonegoro Jawa Timur. Sebuah desa yang memiliki kawasan hutan kurang lebih 42,29% dari luas desa. Tempat itu dapat ditempuh dengan jarak 25 Km dari arah kota Bojonegoro.

Menurut cerita kayangan api adalah tempat bersemayamnya Mbah Kriyo Kusumo atau Empu Supa yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah pandhe berasal dari kerajaan Majapahit. Mbah Pandhe ahli membuat alat-alat pusaka seperti keris, tombak, cudrik dan lain-lain. Sumber api tersebut masih dianggap keramat oleh masyarakat setempat. Api hanya boleh diambil pada saat-saat tertentu, seperti yang sudah-sudah, misalnya, upacara Jumenengan Ngarsodalem Hamengku Buwono X, untuk pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan upacara-upacara yang dianggap sakral.
Selain tempat wisata kayangan api juga sebagai tempat berobat, disamping sumber api terdapat sumber mata air yang kelihatan panas jika dilihat tapi dingin jika disentuh, air tersebut disebut Air Blekuthuk, baunya khas yaitu bau belerang yang memiliki khasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Menurut juru kunci, telah banyak yang sembuh penyakitnya setelah berendam di air tersebut. Air Blekuthuk ini dulunya untuk mencuci dan merendam keris yang dibuat oleh Mbah Pandhe. Bahkan oleh masyarakat sekitar maupun pengunjung lokasi tersebut, air Blekuthuk tersebut dianggap membawa berkah, karena selain dapat mengobati penyakit juga dianggap dapat membawa keberuntungan bagi mereka yang datang.

Lokasi kayangan api sangat baik untuk kegiatan sebagai lokasi wisata alam bebas(outbound). Dan pada hari-hari tertentu terutama pada hari Jum’at Pahing banyak orang berdatangan di lokasi tersebut untuk maksud tertentu seperti agar usahanya lancar, dapat jodoh, mendapat kedudukan bahkan ada yang ingin mendapat pusaka. Acara tradisional masyarakat yang dilaksanakan adalah Nyadranan (bersih desa) sebagai perwujudan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa. Pengembangan wisata alam Kayangan Api diarahkan pada peningkatan prasarana dan sarana transportasi, telekomunikasi dan akomodasi yang memadai. wisatapanorama.
Description: Wisata Unik dan Aneh : Kayangan Api Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Unik dan Aneh : Kayangan Api


Shares News - 17.49
Read More Add your Comment 0 komentar


Terpukau di Danau Linow, Tomohon




Kala berkunjung ke Sulawesi Utara, aku dibuat terpukau oleh sebuah danau vulkanik seluas 34 hektar yang berlokasi di kota Tomohon. Sebuah Danau yang sangat indah dengan warna airnya yang bisa berubah-ubah. Danau Linow namanya. Keindahan danau ini sudah sangat terkenal di seantero kota Manado dan Tomohon, jadinya meski tengah bertugas, aku menyempatkan diri untuk berkunjung kesana, sekedar turut mencicipi kecantikannya. Kebetulan pula, tugasku memang berada di daerah Lahendong yang hanya berjarak beberapa kilometer saja dari lokasi danau linow.
Cara terbaik (dan tercepat) untuk menuju Danau Linow dari kota Manado tentu saja dengan menyewa mobil atau taksi. Kalau dihitung dari Bandara Sam Ratulangi, Manado, perjalanan akan memakan waktu sekitar satu jam. Bagi yang ingin berpetualang dengan kendaraan umum, bisa naik angkutan umum dari Manado ke terminal Tomohon. Dari terminal berganti angkutan umum, minta turun di sekitar Danau Linow. Setelah turun dari angkot, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh sekitar 500 meteran dengan medan yang lumayan menanjak.
Danau ini mempunyai kadar belerang yang cukup tinggi. Ini bisa dirasakan dari bau belerang yang cukup menyengat di sekitar kawasan danau. Konon karena kadar belerang yang tinggi itulah yang membuat warna air di danau ini sering berubah-ubah. Suasana di sekitar danau semakin meriah dengan kehadiran kawanan burung belibis yang tengah berenang di air danau.
Untuk dapat menikmati suasana danau Linow ternyata tidak gratis. Kita harus membayar tiket masuk seharga 25.000 rupiah per orang. Mahal? Menurutku tidak, karena tiket itu sebenarnya berupa voucher yang dapat ditukarkan segelas kopi atau teh yang dihidangkan bersama sepotong kue. Masih merasa mahal juga?
Saat ini danau Linow berada dalam pengelolaan pihak swasta. Pihak swasta ini membangun sebuah cafétaria yang berbentuk seperti dermaga kayu tepi laut. Bangunan kayu yang sebenarnya sangat sederhana, tetapi tampak sangat indah. Disekitar dermaga ditanami oleh berbagai pepohonan sehingga suasananya menjadi sangat sejuk dan rindang. Satu lagi, dermaga ini (dan juga seluruh area danau) sangat bersih. Tidak tampak sampah yang menjadi “ciri khas” tempat wisata di Indonesia. Luar biasa.
Saat kami berkunjung kesana, memang sempat tampak cangkir kotor berserakan di beberapa meja. Tapi hanya dalam hitungan menit, cangkir-cangkir itu sudah dibersihkan dan meja sudah rapi kembali. Beberapa menit kemudian, meja itu sudah terisi dengan cangkir-cangkir teh ataupun kopi yang menjadi pesanan kami.
So, aku rasa uang 25 ribu rupiah itu menjadi sangat worth it dengan kondisi tempat wisata yang bersih dan pelayanan yang sangat prima dari pengelola. Ini bisa menjadi contoh bagi pengelola tempat wisata di seluruh Indonesia.
Menikmati Danau Linow, tidak lengkap jika tidak mencicipi pisang goreng khas Tomohon. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari pisang gorengnya. Keunikannya terletak pada penyajiannya yang menggunakan sambel ikan sebagai pendamping pisang. Pisang goreng yang manis dicocol sambel ikan yang pedas? Hmm.. aku sendiri belum merasakan kelezatannya, karena saat kunjunganku kesana, sore sudah menjelang dan pisang gorengnya sudah ludes terjual.wongkentir.
So, berminat untuk melancong ke Danau Linow?
Description: Terpukau di Danau Linow, Tomohon Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Terpukau di Danau Linow, Tomohon


Shares News - 18.53
Read More Add your Comment 0 komentar


Wisata Unik dan Aneh : Bledug Kuwu Kawah Lumpur di Kabupaten Grobogan




Bledug Kuwu adalah sebuah kawah lumpur (mud volcano) yang terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Propinsi Jawa Tengah. Tempat ini dapat ditempuh kurang lebih 28 km ke arah timur dari kota Purwodadi. Bledug Kuwu merupakan salah satu obyek wisata andalan di daerah ini, selain sumber api abadi Mrapen, dan Waduk Kedungombo. Obyek yang menarik dari bledug ini adalah letupan-letupan lumpur yang mengandung garam dan berlangsung terus-menerus secara berkala, antara 2 dan 3 menit.


Masyarakat Grobogan Purwodadi sudah tidak asing lagi akan adanya “bledhug kuwu“ tersebut, sebab obyek Bledhug Kuwu telah menjadi obyek wisata alam yang menarik di daerah tersebut. Keajaiban alam berupa “plembungan endhut“ yang meletus ( bledhug ) dengan suara letusan yang cukup keras ini memang benar – benar ajaib. Bledhug itu sepanjang zaman tidak putus – putusnya terjadi dilokasi tanah seluas kurang lebih 40 Ha. Bledhug itu ada yang sangat besar, bahkan ada yang sebesar rumah penduduk.

Menurut cerita tutur, bledhug itu terjadi karena ulah Jaka Linglung, Putra Aji Saka atau Prabu Jaka dari kerajaan Medang Kamulan.


Pada satu ketika Jaka Linglung yang berwujud ular naga itu disuruh Aji Saka atau Prabu Jaka membunuh Dewata Cengkar yang telah berubah rupa menjadi seekor buaya putih yang sangat besar, sebagai syarat untuk diakui sebagai anaknya. Jaka Linglung berangkat ke laut selatan tempat Dewata Cengkar bertahta. Dia tidak sabar melalui darat, maka dia melalui dalam tanah, jalan yang dilalui oleh Jaka Linglung itu akhirnya berubah menjadi “tanah lendhut“ Bledhug yang terjadi adalah nafas Jaka Linglung selama dalam perjalanan itu. Jadi menurut kepercayaan orang, ada hubungan bledhug itu dengan laut selatan.


Kenyataan sampai sekarang, air dari bledhug itu mengandung garam dan ditambang oleh penduduk sekitarnya sebagai tambang garam yang diambil dari air bledhug tersebut.

Selanjutnya cerita Jaka Linglung menurut cerita Aji saka, adalah sebagai berikut : Dalam serat primbon Jayabaya ( hal. 23 – 24 ) terdapatlah pasal yang menyebutkan tentang perginya Prabu Esaka dalam bab V Piwulang Dewa, yang berbunyi:


Pun Jaka sengkala anakipun Empu Anggejali, patutan saking Dewi Saka, Putranipun Raja Sarkil ing pulo Najran Sareng Jaka Sengkolo jumeneng nata, jejuluk Sang Aji Saka jengkar saking negaripun lajeng Nga Jawi, tanpo wonten ing redi kandha ( kendeng ? ) tlatah banyuwangi jejuluk Empu Sengkala. Anuju ing Surya Adam, tahun 5164, Chandra 5316, Empu Sengkala macak titimangsa tahun jawi : kaeteng tahun Candra – Sengkala I Warsa. Tahun Rum anuju angka 444 warsa. Tahun Adam tahun Surya 5161 warsa. Tahun Masehi 78 jumenengan nata.
Description: Wisata Unik dan Aneh : Bledug Kuwu Kawah Lumpur di Kabupaten Grobogan Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Unik dan Aneh : Bledug Kuwu Kawah Lumpur di Kabupaten Grobogan


Shares News - 22.00
Read More Add your Comment 0 komentar