Terpukau di Danau Linow, Tomohon




Kala berkunjung ke Sulawesi Utara, aku dibuat terpukau oleh sebuah danau vulkanik seluas 34 hektar yang berlokasi di kota Tomohon. Sebuah Danau yang sangat indah dengan warna airnya yang bisa berubah-ubah. Danau Linow namanya. Keindahan danau ini sudah sangat terkenal di seantero kota Manado dan Tomohon, jadinya meski tengah bertugas, aku menyempatkan diri untuk berkunjung kesana, sekedar turut mencicipi kecantikannya. Kebetulan pula, tugasku memang berada di daerah Lahendong yang hanya berjarak beberapa kilometer saja dari lokasi danau linow.
Cara terbaik (dan tercepat) untuk menuju Danau Linow dari kota Manado tentu saja dengan menyewa mobil atau taksi. Kalau dihitung dari Bandara Sam Ratulangi, Manado, perjalanan akan memakan waktu sekitar satu jam. Bagi yang ingin berpetualang dengan kendaraan umum, bisa naik angkutan umum dari Manado ke terminal Tomohon. Dari terminal berganti angkutan umum, minta turun di sekitar Danau Linow. Setelah turun dari angkot, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh sekitar 500 meteran dengan medan yang lumayan menanjak.
Danau ini mempunyai kadar belerang yang cukup tinggi. Ini bisa dirasakan dari bau belerang yang cukup menyengat di sekitar kawasan danau. Konon karena kadar belerang yang tinggi itulah yang membuat warna air di danau ini sering berubah-ubah. Suasana di sekitar danau semakin meriah dengan kehadiran kawanan burung belibis yang tengah berenang di air danau.
Untuk dapat menikmati suasana danau Linow ternyata tidak gratis. Kita harus membayar tiket masuk seharga 25.000 rupiah per orang. Mahal? Menurutku tidak, karena tiket itu sebenarnya berupa voucher yang dapat ditukarkan segelas kopi atau teh yang dihidangkan bersama sepotong kue. Masih merasa mahal juga?
Saat ini danau Linow berada dalam pengelolaan pihak swasta. Pihak swasta ini membangun sebuah cafétaria yang berbentuk seperti dermaga kayu tepi laut. Bangunan kayu yang sebenarnya sangat sederhana, tetapi tampak sangat indah. Disekitar dermaga ditanami oleh berbagai pepohonan sehingga suasananya menjadi sangat sejuk dan rindang. Satu lagi, dermaga ini (dan juga seluruh area danau) sangat bersih. Tidak tampak sampah yang menjadi “ciri khas” tempat wisata di Indonesia. Luar biasa.
Saat kami berkunjung kesana, memang sempat tampak cangkir kotor berserakan di beberapa meja. Tapi hanya dalam hitungan menit, cangkir-cangkir itu sudah dibersihkan dan meja sudah rapi kembali. Beberapa menit kemudian, meja itu sudah terisi dengan cangkir-cangkir teh ataupun kopi yang menjadi pesanan kami.
So, aku rasa uang 25 ribu rupiah itu menjadi sangat worth it dengan kondisi tempat wisata yang bersih dan pelayanan yang sangat prima dari pengelola. Ini bisa menjadi contoh bagi pengelola tempat wisata di seluruh Indonesia.
Menikmati Danau Linow, tidak lengkap jika tidak mencicipi pisang goreng khas Tomohon. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari pisang gorengnya. Keunikannya terletak pada penyajiannya yang menggunakan sambel ikan sebagai pendamping pisang. Pisang goreng yang manis dicocol sambel ikan yang pedas? Hmm.. aku sendiri belum merasakan kelezatannya, karena saat kunjunganku kesana, sore sudah menjelang dan pisang gorengnya sudah ludes terjual.wongkentir.
So, berminat untuk melancong ke Danau Linow?
Description: Terpukau di Danau Linow, Tomohon Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Terpukau di Danau Linow, Tomohon


Shares News - 18.53
Read More Add your Comment 0 komentar


Nikmati Pasir Putih Pulau Lihaga, di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara




Sulawesi Utara menyimpan potensi wisata bahari dan pantai yang sangat beragam. Siapa yang tidak kenal dengan keindahan bawah laut Bunaken? Tapi Bunaken hanyalah satu dari sekian destinasi wisata bahari yang memesona. Lihaga, salah satunya.


Lihaga, merupakan sebuah pulau yang hanya memiliki luas 8 ha. Berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Minahasa Utara. Letaknya berada di ujung atas Pulau Sulawesi yang berbentuk K. Jika ditarik titik-titik, Pulau Lihaga akan membuat semacam garis maya hingga ke General Santos, Davao di Fipilina. Pada garis semu itu juga terdapat Pulau Sangir Talaud, Talise, Bangka dan Gangga.

Pulau Lihaga punya keistimewaan tersendiri dibanding dengan pulau-pulau lainnya di Sulawesi Utara. Pasir putihnya yang sehalus tepung membuat pulau ini menjadi sangat menggoda untuk didatangi. Pulau Lihaga juga tanpa penduduk. Kalaupun ada, hanya satu keluarga yang dipercayakan menjaga pulau tersebut. Merekalah yang bertugas membersihkan sampah yang ditinggal para pengunjung. Penjaganya menyodorkan karcis masuk sebesar Rp 20.000. Dana itu dipakai untuk operasional mereka.


Untuk mencapai Lihaga dari Manado bisa ditempuh dengan mengambil rute dari Pelabuhan Likupang. Dari Manado dibutuhkan sekitar 1,5 jam berkendara. Lalu menyewa perahu menyebrang ke Lihaga. Sekitar 45 menit Lihaga sudah bisa dicapai. Sewa perahu yang bisa menampung 20 orang seharga Rp 750.000.

Mintalah pemilik perahu untuk melewati Pulau Gangga. Pulau tetangga yang juga indah dengan sebuah resor milik orang Italia. Lalu sebelum turun ke pantai Lihaga, kitari dulu pulau ini. Bibir pantainya akan menyajikan pemandangan yang tak akan terlupakan. Gradasi air dari warna biru ke warna hijau dan diakhiri dengan buih ombak yang memecah di pasir putih, sungguh sebuah sajian yang memesona. Ditambah lagi dengan pemandangan batu karang di sisi lain pulau.

Bawah laut Lihaga juga menyajikan pemandangan yang sangat indah. Ketika berada di pantai, gazebo dengan tempat duduk dari bambu siap menyambut kita. Bermain pasir sambil berkejaran dengan ombak merupakan sebuah pilihan menarik. Mandi dan snorkeling juga tak kalah serunya.

Di pulau tanpa penduduk ini sudah tersedia toilet dan ruang ganti. Bahkan telah ada pula bangunan dari kayu yang cukup besar. Tapi sebelum menyeberangi ke Lihaga, jangan lupa membeli makanan dan minuman terlebih dahulu di Likupang. Karena di Lihaga tidak tersedia warung dan penjual makanan.


Pengunjung juga bisa menginap di Lihaga, tanpa dipungut bayaran lagi. Tentu dengan menyediakan peralatan bermalam sendiri. Jika dikelola dengan baik, Pulau Lihaga akan menjadi salah satu destinasi terbaik di Sulawesi Utara.

Tapi walaupun demikian, setiap akhir pekan, Pulau Lihaga selalu ramai dikunjungi. Pulau ini juga menjadi lokasi favorit para fotografer. Jadi jika Anda berada di Sulawesi Utara, sempatkan mampir di Lihaga. kompas.travel.
Description: Nikmati Pasir Putih Pulau Lihaga, di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Nikmati Pasir Putih Pulau Lihaga, di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara


Shares News - 03.03
Read More Add your Comment 0 komentar