Wisata Unik dan Aneh : Gua Tabuhan Pacitan




gua tabuhan
Informasi Wisata
LokasiDesa Wereng, Kecamatan Punung, Pacitan, Jawa Timur.
TiketRp 4.000,-
Waktu Buka07.00 – 17.00
Fasilitas/ Obyek WisataMusik Gamelan alam, keindahan Stalaktit dan stalagmit
Gua Tabuhan merupakan salah satu gua yang memiliki keunikan tersendiri. Gua Tabuhan diambil dari bahasa jawa tabuhan yang mempunya arti alat musik yang dimainkan. Debur ombak atau kicauan burung merupakan musik alam yang sangat khas. Akan tetapi, di Gua Tabuhan, Anda akan mendengar alunan musik gamelan Jawa dari stalaktit dan stalagmit yang dimainkan para seniman. Letaknya berada di Dusun Tabuhan, Desa Wereng, Kecamatan Punung, Pacitan, dan berjarak sekitar 40 km dari Kota Pacitan.

Begitu masuk kedalam Gua Tabuhan, Anda harus melewati beberapa puluh anak tangga dan memasuki lubang gua yang besar. Sebelum masuk, sebaiknya Anda membaca peta dan sejarah gua ini di depan pintu masuknya. Anda juga bisa menyewa beberapa pemandu. Suasana yang gelap, licin dan lembab akan Anda rasakan seketika memasuki gua tersebut. Stalaktit dan stalagmitnya menghiasi Gua Tabuhan. Jalannya pun cukup licin, maka berhati-hatilah. Akan tetapi, di sana terdapat tiang dan juga cahaya penerangan yang memadai.

Berjalan lebih ke dalam, Anda dapat melihat keindahan serta keajaiban Gua Tabuhan. Di sanalah para seniman memainkan alunan musik gamelan Jawa. Tidak dengan gendang atau alat musik lainnya, tapi dengan memukul dan memainkan stalaktit dan stalagmit! Sungguh ajaib. Para seniman begitu syahdu memainkan stalaktit dan stalagmit yang seolah alat musik tersebut. Irama musik khas gamelan Jawa pun akan menambah rasa kagum Anda terhadap musik yang berasal dari alam.

Dengan membayar sekitar biaya sekitar Rp 100.000, Anda bisa mendengarkan alunan musik gamelan jawa tersebut. Para seniman akan memainkan sekitar 6 lagu dan Anda bisa dengan santai menikmatinya. Jangan lupa mengabadikan moment unik tersebut dalam kamera Anda. wisatapanorama.
Description: Wisata Unik dan Aneh : Gua Tabuhan Pacitan Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Unik dan Aneh : Gua Tabuhan Pacitan


Shares News - 17.52
Read More Add your Comment 0 komentar


Mengagumi Keindahan Arsitektur Masjid Menara Kudus





Pernah mendengar nama Masjid Al Aqsa di kota Kudus? Mungkin sedikit yang pernah mendengarnya. Tapi jika pertanyaan dirubah, pernah mendengar nama Masjid Menara Kudus? Aku yakin kali ini cukup banyak yang akan mengacungkan jarinya. Padahal sejatinya Masjid Al Aqsa Kudus dan Masjid Menara Kudus adalah nama dari masjid yang sama, hanya saja memang nama Masjid Menara Kudus lebih populer.
Long weekend bulan yang lalu, kami berkesempatan untuk berkunjung ke Masjid yang penuh dengan nilai sejarah ini, kala bersilaturahmi ke rumah saudara di Kudus. Konon berkunjung ke Kudus kurang lengkap kalau belum mampir ke Masjid Menara Kudus.
Masjid Menara Kudus ini adalah salah satu masjid tertua di pulau Jawa dan merupakah salah satu masjid yang mempunyai peranan penting dalam penyebaran islam di pulau jawa. Didirikan pada abad 16 Masehi, tepatnya tahun 1549 oleh Jafar Sodhiq atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Kudus (kompasiana). Lokasi Masjid Menara Kudus ini tidak jauh dari pusat kota kudus dan relatif sangat mudah menemukannya. Hanya berjarak kurang dari 1 km sebelah barat alun-alun kota Kudus.
Bagian paling menarik dari Masjid Kudus tentu saja menaranya yang terbuat dari batu bata merah dan sekilas mirip dengan candi hindu (candi-candi peninggalan kerajaan majapahit di trowulan). Bagi yang belum pernah melihat Menara ini sebelumnya, pasti tidak menyangka bahwa itu adalah menara masjid. Banyak sekali perdebatan apakah menara tersebut adalah peninggalan kerajaan hindu yang sengaja dilestarikan oleh Sunan Kudus, atau memang dibangun sendiri oleh Sunan Kudus. 
Yang pasti, kala Sunan Kudus datang ke pulau Jawa, tepatnya di kota kudus, masyarakatnya saat itu banyak yang memeluk agama Hindu. Tapi, meski mempunyai bentuk yang mirip candi hindu, tidak ditemukan arca ataupun ukiran yang merupakan ciri khas candi. Dinding menara justru dihiasai aneka piring cantik, yang konon berasal dari negeri China. Sebuah karya seni masjid yang sangat unik dan bercita rasa tinggi.
Dibelakang Masjid, terdapat makam Sunan Kudus yang selalu ramai dikunjungi oleh para peziarah setiap harinya. Dan kala kami berkunjung ke Masjid Menara Kudus pagi itu, suasana juga sudah sangat ramai dan padat. Untuk bisa mengabadikan foto masjid yang sangat artistik ini, aku harus berdesak-desakan dengan para peziarah yang terus menerus mengalir berdatangan. Kala beberapa saat suasana agak sepi, eh aku harus bersaing dengan para fotografer wisata yang tengah berburu rejeki. 
Beberapa kali kami ditegur mereka untuk minggir karena dianggap merusak pemandangan masjid yang akan digunakan sebagai background foto para pelanggan mareka. Kami pun cuma bisa minta maaf sambil meringis, he he he. Ya bagaimanapun juga, memotret adalah sumber pencaharian buat mereka, jadi kami harus maklum. 
Pulang dari Masjid, jangan lupa untuk membeli jenang, yang merupakan oleh-oleh khas kota Kudus. Sempatkan juga untuk menicicipi sedapnya kuliner khas kota kudus, yakni Soto Kudus dan Garang Asem. Dijamin, pulang dari kudus, berat badan akan bertambah.wongkentir.
Description: Mengagumi Keindahan Arsitektur Masjid Menara Kudus Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Mengagumi Keindahan Arsitektur Masjid Menara Kudus


Shares News - 17.49
Read More Add your Comment 0 komentar


Wisata Unik dan Aneh : Bledug Kuwu Kawah Lumpur di Kabupaten Grobogan




Bledug Kuwu adalah sebuah kawah lumpur (mud volcano) yang terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Propinsi Jawa Tengah. Tempat ini dapat ditempuh kurang lebih 28 km ke arah timur dari kota Purwodadi. Bledug Kuwu merupakan salah satu obyek wisata andalan di daerah ini, selain sumber api abadi Mrapen, dan Waduk Kedungombo. Obyek yang menarik dari bledug ini adalah letupan-letupan lumpur yang mengandung garam dan berlangsung terus-menerus secara berkala, antara 2 dan 3 menit.


Masyarakat Grobogan Purwodadi sudah tidak asing lagi akan adanya “bledhug kuwu“ tersebut, sebab obyek Bledhug Kuwu telah menjadi obyek wisata alam yang menarik di daerah tersebut. Keajaiban alam berupa “plembungan endhut“ yang meletus ( bledhug ) dengan suara letusan yang cukup keras ini memang benar – benar ajaib. Bledhug itu sepanjang zaman tidak putus – putusnya terjadi dilokasi tanah seluas kurang lebih 40 Ha. Bledhug itu ada yang sangat besar, bahkan ada yang sebesar rumah penduduk.

Menurut cerita tutur, bledhug itu terjadi karena ulah Jaka Linglung, Putra Aji Saka atau Prabu Jaka dari kerajaan Medang Kamulan.


Pada satu ketika Jaka Linglung yang berwujud ular naga itu disuruh Aji Saka atau Prabu Jaka membunuh Dewata Cengkar yang telah berubah rupa menjadi seekor buaya putih yang sangat besar, sebagai syarat untuk diakui sebagai anaknya. Jaka Linglung berangkat ke laut selatan tempat Dewata Cengkar bertahta. Dia tidak sabar melalui darat, maka dia melalui dalam tanah, jalan yang dilalui oleh Jaka Linglung itu akhirnya berubah menjadi “tanah lendhut“ Bledhug yang terjadi adalah nafas Jaka Linglung selama dalam perjalanan itu. Jadi menurut kepercayaan orang, ada hubungan bledhug itu dengan laut selatan.


Kenyataan sampai sekarang, air dari bledhug itu mengandung garam dan ditambang oleh penduduk sekitarnya sebagai tambang garam yang diambil dari air bledhug tersebut.

Selanjutnya cerita Jaka Linglung menurut cerita Aji saka, adalah sebagai berikut : Dalam serat primbon Jayabaya ( hal. 23 – 24 ) terdapatlah pasal yang menyebutkan tentang perginya Prabu Esaka dalam bab V Piwulang Dewa, yang berbunyi:


Pun Jaka sengkala anakipun Empu Anggejali, patutan saking Dewi Saka, Putranipun Raja Sarkil ing pulo Najran Sareng Jaka Sengkolo jumeneng nata, jejuluk Sang Aji Saka jengkar saking negaripun lajeng Nga Jawi, tanpo wonten ing redi kandha ( kendeng ? ) tlatah banyuwangi jejuluk Empu Sengkala. Anuju ing Surya Adam, tahun 5164, Chandra 5316, Empu Sengkala macak titimangsa tahun jawi : kaeteng tahun Candra – Sengkala I Warsa. Tahun Rum anuju angka 444 warsa. Tahun Adam tahun Surya 5161 warsa. Tahun Masehi 78 jumenengan nata.
Description: Wisata Unik dan Aneh : Bledug Kuwu Kawah Lumpur di Kabupaten Grobogan Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Unik dan Aneh : Bledug Kuwu Kawah Lumpur di Kabupaten Grobogan


Shares News - 22.00
Read More Add your Comment 0 komentar


Wisata Jawa Tengah : Vihara Buddhagaya Watugong Semarang



Vihara, kenteng, imlek, tiongkok
Vihara Buddhagaya Watugong adalah sebuah Vihara yang diresmikan pada 2006 lalu dan dinyatakan MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Vihara Buddhagaya Watugong terletak 45 menit dari pusat Kota Semarang. Vihara ini memiliki banyak bangunan dan berada di area yang luas.
Salah satu ikon yang paling terkenal di vihara ini adalah Pagoda Avalokitesvara (Metta Karuna), dimana didalamnya terdapat Buddha Rupang yang besarPagoda Avalokitesvara yang memiliki tinggi bangunan setinggi 45 meter dengan 7 tingkat, yang bermakna bahwa seorang pertapa akan mencapai kesucian dalam tingkat ketujuh.
Bagian dalam pagoda berbentuk segi delapan dengan ukuran 15 x 15 meter. Mulai tingkat kedua hingga keenam dipasang patung Dewi Kwan Im (Dewi Welas Asih) yang menghadap empat penjuru angin. Hal ini bertujuan agar sang dewi memancarkan kasih sayangnya ke segala arah mata angin.

Pada tingkat ketujuh terdapat patung Amitaba, yakni guru besar para dewa dan manusia. Dibagian puncak pagoda terdapat Stupa untuk menyimpan relik (butir-butir mutiara) yang keluar dari Sang Buddha. Bagian depan pagoda juga terdapat patung Dewi Welas Asih serta Sang Buddha yang duduk dibawah pohon Bodi.
Di Komplek Vihara juga terdapat cotage untuk para tamu menginap. Tepat di depan cotage terdapat Bangunan Dhammasala. Bangunan ini terdiri dari dua lantai, lantai dasar digunakan untuk ruang aula serbaguna yang luas dengan sebuah panggung didepannya sedangkan lantai atas untuk ruang Dhammasala.

Pada bagian tembok pagar disekiling dhammasala terdapat relief yang menceritakan tentang paticasamupada. Dengan melihat relief ini kita akan lebih mudah memahami konsep paticasamupada
Semuanya bagian dalam komplek Vihara ditata dengan rapi dipadukan dengan keasrian lingkungannya serta ditambah dengan keindahan arsitektur Tiongkok menjadikan tempat ini relatif menyenangkan untuk berziarah serta beribadah maupun sekedar mampir untuk istirahat melepas lelah karena dalam perjalanan.

Jika sedang berwisata ke Semarang, tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk mengunjungi  salah satu obyek wisata Kota Semarang. (visitsemarang.com)

Description: Wisata Jawa Tengah : Vihara Buddhagaya Watugong Semarang Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Jawa Tengah : Vihara Buddhagaya Watugong Semarang


Shares News - 01.14
Read More Add your Comment 0 komentar