Obyek Wisata Untuk Menikmati Sunset dan Sunrise Terbaik di Jogja




Alam yang merupakan ciptaan Tuhan Yang maha Kuasa sangat banyak memberikan keindahan yang luar biasa yang menjadikan kita kagum akan kebesaranNya. Dibeberapa lokasi kita dapat menikmati keindahan matahari terbenam atau dalam bahasa inggris Sunset. Sunset merupakan suatu peristiwa dimana tenggelamnya matahari digaris cakrawala sebelah barat, dengan menimbulkan warna kemerahan dilangit akan sangat sayang untuk dilewatkan.
Berikut saya sampaikan beberapa tempat yang dapat anda jadikan referensi jika ingin melihat fenomena sunset tersebut :

Pantai Indrayanti,  merupakan salah satu keindahan pantai di jajaran Pantai
Gunung Kidul Yogyakarta, Pantai ini terletak di Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul dan masih merupakan kawasan Pantai sundak. Nama pantai inipun sebetulnya hanya diambilkan dari nama pengelola pantai tersebut. Pada dasarnya pantai pantai yang berada di sepanjang Kabupaten Gunungkidul tidak terlalu jauh satu dengan yang lainnya dan terkenal dengan pasir putihnya, hanya saja proses terjadinya pantai pantai ini yang terbentuk ribuan tahun lalu terhalang oleh bebatuan karang yang sangat besar dan tinggi. Inilah exotic yang ditawarkan dari pantai satu dengan yang lainnya yakni dihiasi tebing-tebing karang yang menakjubkan. 


Pantai Wediombo, Wedi artinya Pasir, Ombo artinya luas. Wediombo berarti Pasir yang luas. Itulah arti sebuah nana Pantai Wediombo yang terletak di desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Pantai ini masih merupakan jajaran pantai yang ada di psisir selatan pulau Jawa atau Samudera Hindia. Melihat nama sebenarnya tidak pas dengan kondisi yang ada di Pantai ini, karena hamparan pasir tidak terlalu luas. Hamparan pasirnya terbatas oleh dua dinding karang yang mengapit pantai sehingga menyerupai sebuah teluk yang luasannya lebih besar dari teluk pada umumnya. Bahkan yang paling eksotis adalah bentuk teluk tersebut menghadap kebarat sehingga untuk menikmati sunset alangkah luar biasa indahnya.. 



Pantai Sinden, Keberadaan Pantai Sinden yang tidak jauh dari Pantai 

Wediombo yang sudah terkewnal keberadaanya ini turut membuat pantai sinden sedikit banyak mulai dikenal oleh para pengunjung. Keberadaan pantai Sinden ini mempunyai pemandangan dan panorama yang sangat indah. Bahkan para pengunjung dimanjakan dengan adanya tanjung yang dapat dipergunakan sebagai tempat area memancing bagi anda yang gemar memancing. Sehingga tempat ini sangat cocok bagi anda yang menginginkan tempat refreshing untuk sejenak bersantaimelepaskan segala rutinitas harian yang padat untuk menikmati alam yang sangat mempesona.


Pantai Kukup, Pantai berpasir putih sama dengan halnya Pantai Baron, 

letaknya 1 km kearah timur. Sehingga setelah anda puas bermain di Pantai Baron bisa meluangkan waktu untuk menikmati keindahan pantai kukup yang menyerupai tanah Lot di Bali. Kenapa dikatakan demikian karena ada sebuah karang yang letaknya agak ketengah terpisah dari daratan yang ada. Untuk bisa kebatu karang tersebut pihak pengelola menghubungkan daratan yang ada dengan karang tersebut menggunakan jembatan. Dari atas kita dapat melihat hamparan pantai yang sangat indah. Sama halnya dengan Pantai Baron dengan pasir putihnya.






Pantai Krakal,  Pantai Krakal terletak di alur pantai selatan wilayah Gunung 
Kidul, berderet dengan Pantai Baron, Kukup, dan beberapa pantai lainnya dan biasanya merupakan tujuan akhir setelah mengunjungi pantai yang lain. Jarak dari pantai Kukup sekitar 6 km kearah timur. Dari jalan utama pantai ini agak masuk kedalam sekitar 6-7 km. tepatnya di desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Gunung Kidul. Hampir sama dengan pantai pantai yang lain yang membedakan dengan pantai lain pantai krakal merupakan pantai yang paling panjang dengan hamparan pasir putihnya yang lebih luas dan landai serta tidak adanya tebing karang yang mengelilingi Pantai ini. Sehingga cocok sekali untuk berjemur layaknya pantai-pantai di Bali. 


Pantai Baron, Pantai Baron terletak di kurang lebih 20 Km dari kota Wonosari 
atau 60 kilometer kearah tenggara kota Yogyakarta dan berada di Kabupaten Gunung Kidul. Lokasi tepatnya berada di desa Kemadang, , Tanjungsari, Gunung KidulUntuk menuju Pantai ini sangatlah mudah dengan sarana dan prasarana yang sudah sangat memadai yakni jalan yang halus serta petunjuk arah yang jelas bisa dipastikan tidak akan tersesat namun perlu diperhatikan karena contur tanah disini naik turun dan juga jalan tidak terlalu lebar dan berkelok-kelok , sehingga diharuskan berhati-hati bagi yang belum hafal jalur perjalan ke pantai ini. 


Pantai Parangtritis, letaknya disebelah selatan kota Yogyakarta tepatnya 
kota Yogyakarta tepatnya di desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul kurang lebih 27 km dari pusat kota Yogyakarta. Nama desa parangtritis konon bermula dari satu kejadian pada masa Kerajaan Majapahit, diceritakan bahwa seseorang bernama Dipokusumo bertapa dikawasan ini, ketika sedang bertapa ditempat ini ia melihat air yang menetes (tumaritis) dari celah-celah batu karang (Parang) sehingga nama daerah tersebut dinamai Parangtritis yang berarti air yang menetes dari celah batu karang. 



Pantai Kuwaru, Pantai banyak membujur di sebelah selatan yogyakarta, 
Sangat indah pantai pantai di kawasan Yogyakarta ini sebutlah yang paling terkenal mungkin Pantai Parangtritis, mungkin karena pantai ini kaya dengan legendanya yang luar biasa. Namun ada satu pantai yang cukup unik tidak seperti pantai-pantai yang dijumpai di pesisir selatan yakni Pantai dengan keindahananya dan teduh karena banyak pohon cemara udangnya. Pantai tersebut di namai Pantai Kuwaru.



Pantai Pandansimo,  Pantai sadeng terletak di dua desa yakni desa pucung 
dan desa songbanyu, kecamatan girisubo, Kabupaten Gunung Kidul. Sekitar 40 kilometer dari kota wonosari. Daerah ini sudah berbatasan dengan Kabupaten wonogiri, propinsi jawa tengah. Menilik lokasi pantai sadeng mulanya merupakan muara sungai terbesar di Jawa yang cukup terkenal bahkan menginspirasikan almarhum Gesang untuk menciptakan lagunya yakni sungai Bengawan Solo. Dahulu kala aliran sungai Bengawan Solo mengalir dari arah utara dan bermuara di laut selatan, namun karena proses alam dengan adanya pergesaran lempeng-lempeng bumi, maka daerah ini menjadi bagian yang terdesak oleh lempeng bumi yang mengakibatkan permukaan tanahnya naik dan menjadi perbukitan. Akhirnya aliran air sudah tidak mampu lagi untuk mengalir karena sisi selatan ini semakin naik maka saat ini aliran air Bengawan Solo menjadi aliran dari selatan ke utara. 


Pantai Trisik,  Pantai terisik merupakan deretan pantai selatan yang banyak 
menyuguhkan keindahan. Tak terkecuali pantai ini yang berada di sisi paling timur pantai yang masuk wlayah admnistrasi Kabupaten Kulon Progo atau disebelah barat pantai Pandansimo dan Pantai Kuwaru. Jarak yang harus ditempuh dari kota Yogyakarta kurang lebih 37 kilometer tepatnya berada di Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon progo dengan koordinat 7 58’ 41,02” LS dan 110,12’ 11,64” BT. Akses ke pantai inipun sangat mudah karena pantai ini tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan antara kabupaten Bantul dan kabupaten Kulon progo. Jalur yang paling mudah adalah melewati kota Bantul keselatan hingga perempatan palbapang belok kekanan kearah barat hingga melewati jembatan sepanjang 600 m yang membentang diatas sungai progo. Kemudian belok ke kiri menuju arah Brosot. Dari jalan utama tersebut nanti tinggal belok kiri lagi maka anda akan menjumpai pantai Trisik.


Pantai Glagah,   Pantai Glagah merupakan salah satu pantai di Kabupaten 
Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang tepatnya terletak di desa Glagah, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta. Jaraj dari Kota Yogyakarta kurang lebih 40 km ke arah barat, atau 15 km dari ibu kota kabupaten Kulon progo, Kota wates. Akses jalan sudah sangat memadai, jalan beraspal, angkutan umum juga banyak melintasi kawasan ini. Kalaupun menggunakan kendaraan pribadi mobil/motor ada dua jalur yang bisa dilewati dari arah Yogyakarta. Yang pertama melalui jalur utama Jogjakarta – purworejo seperti jalur bus umum yang kedua melalui Jalur selatan yakni melalui kabupaten Bantul. Jalur ini lebih menyajikan pemandangan persawahan dan suasana jalan yang tidak terlalu padat oleh kendaraan-kendaraan besar.


Pantai Congot, Terletak disisi barat kota Yogyakarta kuang lebih 40 km, 
yakni tepatnya berada di desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Ini merupakan pantai paling ujung barat propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Akses jalan ke tempat ini sangat mudah hanya 2 kilometer dari jalan utama Jl. Raya Wates, yakni dari arah Yogyakarta sebelum perbatasan dengan Purworejo, Jawa Tengah ada pertigaan belok kiri atau arah selatan. Dan juga jika anda tidak menggunakan kendaraan sendiri sudah banyak angkutan umum yang melayani rute tersebut. Atau bahkan anda habis menikmati keindahan Pantai Glagah  anda tinggal mengikuti jalan dipinggir pantai yang menghubungkan kedua pantai ini. Infrastruktur jalan semuanya sudah beraspal sehingga nyaman dalam berkendara menyusuri pinggiran pantai.  

Candi Boko,  Bangunan ini pertama kali ditemukan oleh Arkeolog dari Negara 
Belanda yang bernama HJ De Graaf pada abad ke 17. Bentuk bangunan berupa Gapura Utama, Candi, Kolam dengan dengan luas 20 x 50 m kedalaman 2 m, Gua, Pagar, Candi Pembakaran dan paseban. Bangunan-bangunan tersebut tersebar menjadi beberapa bagian. Salah satunya adalah bagian dimana terdapat 3 pintu gerbang yang saling berdekatan, membujur dari utara ke selatan. Pintu gerbang yang di tengah adalah yang terbesar dan merupakan pintu gerbang utama yang diapit oleh dua pintu gerbang lainnya yang disebut gerbang pengapit. Kemudian bagian yang terdiri dari 5 pintu gerbang, terdiri dari 4 gerbang pengapit dan satu gerbang utama yang terletak di tengah gerbang pengapit.  


Candi Prambanan,  Lokasi candi terletak di pinggir Jl. Raya Yogya Solo 

tepatnya ±17 km dari pusat kota Yogya yaitu di desa Prambanan, Kabupaten Sleman. Candi ini menempati area seluas  39,8 Ha dengan bangunan tertinggi 47 meter dan candi yang merupakan Peradaban Hindu ditanah Jawa ini oleh UNESCO sejak tahun 1991 ditetapkan sebagai Cagar Budaya Dunia. Candi ini dibangun pada masa pemerintahan 2 Raja yakni Raja Rakai Pikatan dan Raja Rakai Belitung sekitar abad 10 atau ± tahun 850 Masehi oleh Wangsa Sanjaya. Candi ini juga disebut candi Roro Jonggrang ini tidak terlepas dengan legenda yang ada yakni legenda yang pada waktu itu diceritakan ada seorang Pemuda bernama Bandung Bondowoso yang jatuh cinta terhadap Putri Roro Jonggrang, namun ternyata cinta bertepuk sebelah tangan. 

Candi Borobudur, erletak di daerah Muntilan, Magelang, Jawa tengah. Jarak 
yang ditempuh dari Yogyakarta kurang lebih 42 km kearah utara. Candi ini merupakan tempat ibadah orang Budha, tercermin dari namanya Borobudur yang artinya Biara di Perbukitan, Borobudur berasal dari kata Bara dan Beduhur, yang menurut bahasa sansekerta Bara berarti Biara dan Beduhur berarti diatas bukit. Candi Borobudur dibangun pada masa abad 8 dan 9 sekitar tahun 800 Masehi yakni pada masa kejayaan pemerintahan Wangsa Syailendra. Pendirinya adalah Raja yang berasal dari wangsa syailendra yakni Raja Samaratungga, dimulai sekitar tahun 824 Masehi dan berakhir sampai pada awal tahun 900 yakni pemerintahan sudah berganti dari Raja Samaratungga menjadi Ratu Pramudawardhani yang tidak lain adalah putri dari Raja Samaratungga sendiri. yogyakarta.panduanwisata.

Description: Obyek Wisata Untuk Menikmati Sunset dan Sunrise Terbaik di Jogja Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Obyek Wisata Untuk Menikmati Sunset dan Sunrise Terbaik di Jogja


Shares News - 04.18
Read More Add your Comment 0 komentar


Wisata Asia : Pesona Phi-Phi, Phuket, Thailand





Ini adalah hari yang paling kami tunggu-tunggu. kami akan mengunjungi salah satu surga yang paling tersohor di Thailand, Maya Bay. Maya Bay terletak di kepulauan Phi-phi, salah satu gugusan kepulauan karst yang terletak di selatan Thailand.
Kepulauan Phi-phi terdiri dari 2 pulau besar, yakni Phi-phi don island dan Phi-phi ley islands. Jika Phi-phi don islands berpenghuni, maka Phi-phi ley islands tidak berpenghuni. Maya Bay terletak di Phi-phi ley islands.
Maya bay menjadi terkenal sejak 12 tahun yang lalu, tepatnya sejak Leonardo di Caprio membintangi film the beach yang menggunakan maya bay salah satu tempat pengambilan gambar. Sejak saat itu ribuan turis berbondong-bondong datang ke Maya Bay. Hampir setiap hari, Maya Bay dipadati oleh pengunjung yang datang dari seluruh penjuru dunia.
Banyak cara untuk menuju Maya Bay, salah satunya adalah dengan memesan paket one day tour Phi-phi Island seperti yang kami lakukan. Kami memesan paket tour phi-phi islands by speed boat seharga 1100 baht per orang dan 700 baht untuk anak-anak. Paket tour kami meliputi ke Maya Bay, Phi-phi don Islands, Monkey Beach dan terakhir ke Khai Nak Islands.
25 Februari ini pula, hari terakhir kunjungan kami di Phuket untuk edisi kali ini. Pagi sebelum dijemput, kami semua sudah packing tas. Tiga hari di Phuket terasa sangat cepat. Rasanya baru kemarin kami check in di Patong Bay inn, sekarang kami sudah harus check out.
Jam 6.30 pagi kami sudah check out untuk kemudian menikmati sarapan pagi. Tepat jam 7.30 pagi, minivan jemputan pun datang.
Perjalanan dari Patong ke Chalong Pier memakan waktu sekitar 40 menit.
Sesampainya di Chalong Pier suasana sudah sangat ramai. Begitu turun dari minivan, kami diberi sedikit pengarahan dari panitia dan kemudian di baju kami ditempeli stiker berwarna merah. Setelah pengarahan usai, aku mencari Miss Yuki, salah seorang panitia yang masih saudara Miss Ladda untuk menitipkan tas kami.
Tepat pukul 9.30 pagi, rombongan kami berangkat menuju kepulauan Phi-phi dengan menggunakan speedboat. Total ada sekitar 30an peserta tour kali ini dengan tetap didominasi wajah-wajah bule.
Maya Bay
Perjalanan menuju phi-phi memakan waktu sekitar satu jam dengan pemberhentian pertama kami langsung ke Maya Bay. Dan bagiku ini adalah keputusan yang sangat tepat, karena lokasi Maya bay yang menghadap ke barat, sedangkan matahari masih berada di timur. Jadinya aku akan bisa mengambil foto Maya Bay dengan langitnya yang biru.
Sesampainya kami disana, Maya Bay sudah sangat padat dengan para turis. Suasananya hampir seperti pasar. Disini, kami hanya diberi waktu 30 menit oleh panitia untuk bermain-main. Waktu yang sebenarnya sangat kurang. Tapi bagaimana lagi, mungkin ini caranya untuk mengatur jumlah turis agar tidak terlalu ramai di Maya Bay.
Dengan waktu sesingkat itu, rencana untuk berenang dan bergaya ala Leonardo di Caprio pun pupus, hiks. Akhirnya waktu pun dihabiskan dengan berfoto-foto disekitar Maya Bay. Mau menjelajah masuk ke sekitar Maya Bay, juga tidak terlalu berani, karena takut ditinggal kapal.
Ada tips dan trik jika ingin menikmati Maya Bay masih dalam keadaan sepi. Caranya adalah sehari sebelumnya, naik kapal ke Phi-phi don Islands. Menginap semalam disana, dan kemudian pagi-pagi sekali datang ke Maya Bay dengan menyewa Long Tail Boat.
Cara kedua tentu saja menginap di Maya Bay. Memang di Maya Bay tidak ada fasilitas hotel dan juga tidak berpenghuni, tapi kita bisa menyewa tenda yang memang disediakan untuk para wisatawan yang berniat bermalam disini.
Dari Maya Bay, kami menuju ke Phi-phi don Island.
Pileh Cave
Sepanjang perjalanan menuju Phi-phi don, pihak travel membawa kami melewati tebing-tebing karst yang sangat indah bernama Pileh Cave. Setelah berputar-butar selama 15 menit, boat pun akhirnya berhenti di sebuah pantai yang bernama Monkey Beach selama setengah jam. Disini kami dipersilahkan untuk bersnorkeling ataupun memberi makan monyet. Bule-bule sangat antusias sekali memberi makan monyet. Mungkin karena dinegerinya sono tidak pernah ketemu monyet ya, he he he.
Saat snorkeling adalah saat yang kami nanti-nantikan. Aku, Hikma dan Aris pun langsung menceburkan diri ke laut. Rasdan pun tidak ketinggalan. Dengan dikawal ketat sang ayah, Hikma, dia pun ikut menceburkan diri ke laut.
Pemandangan bawah laut di phi-phi ternyata biasa saja. Bagi yang pernah ke Karimun jawa ataupun Tidung, kualitas terumbu karang disini kalah jauh. Aku pun tidak berlama-lama bersnorkeling, karena merasa tidak ada sesuatu yang menarik untuk dilihat di bawah laut sana.
Phi-phi Don Islands
Setelah snorkeling, kapal pun melanjutkan perjalanannya menuju phi-phi don islands. Begitu sampai di phi-phi don, kami langsung dijamu makan siang. Sebelum makan, panitia mendatangi kami dan memberikan informasi kalau semua makanan yang disajikan adalah halal. Alhamdulillah. Jadi makin jatuh cinta sama phuket karena mudahnya mencari makanan halal.
Lagi-lagi, panitia memberikan waktu super ketat pada kami. Hanya 1 jam saja untuk makan sekaligus jalan-jalan keliling pulau. Rencanaku untuk mencari Phi-phi view point pun musnah, padahal kalau dibaca dari review di internet, pemandangan dari phi-phi view point sangat indah. Lain kali, kala berkunjung disini, aku harus menginap di Phi-phi don Islands.
Aku menghabiskan makan dengan cepat, agar tidak kehilangan banyak waktu untuk berkeliling pulau.
Phi-phi don islands adalah salah satu pulau yang luluh lantak oleh terjangan tsunami, tanggal 26 desember 2004 silam. Puluhan nyawa melayang serta seluruh infrstruktur pariwisata hancur lebur. Dua tahun setelahnya, Phi-phi islands tertutup untuk wisatawan dalam rangka rehabilitasi. Dan sejak awal 2007, phi-phi islands sudah terbuka untuk turis mancanegara. Lagi-lagi salut untuk Thailand dalam pengembangan kepariwisataannya.
Koh Khai Nak
Dari phi-phi don islands, kami berangkat menuju khai nak islands atau Koh Khai Nak dalam bahasa Thai. Ini adalah sebuah pulau kecil yang terletak di utara phi-phi don. Nah, karena ini adalah lokasi kunjungan terakhir dalam paket tur ini, kami diberi waktu yang cukup lama disini, sekitar 2 jam.
Tidak ada pulau yang tidak indah di Phuket ini, termasuk pulau Khai Nak. Pasir di pulau ini sangat putih dan lembut. Air laut tampak menghijau, apalagi dengan cuaca yang panas terik. Di sisi timur pulau terdapat kumpulan batu-batu berwarna hitam dan besar yang bertumpukan. Lokasi ini menjadi salah satu spot yang menarik di pulau Khai Nai. Benar-benar pemandangan yang sangat indah.
Aktivitas yang biasa dilakukan di Pulau Khai Nak ini adalah foto-fotoan, berenang, snorkeling serta memberi makan ikan. Ikan di pulau ini sangat cantik dan berwarna-warni. Cukup lemparkan remah-remah roti, maka ikan-ikan cantik itu akan mengerubuti kita.
Oh iya, ada satu lagi aktivitas yang dilakukan di pulau ini, yakni duduk duduk di bawah payung besar sambil menikmati suasana pantai. Inilah yang dilakukan oleh istriku dan istri Hikma. Maklumlah, wanita, takut kulitnya terbakar, jadinya mereka menghabiskan waktu bersantai di kursi :). Btw, untuk menyewa kursi, uang sewanya 100 baht per dua kursi.
Sambil bersantai menikmati pantai, panitia menyediakan buah-buahan segar yang rasanya sangat manis. Mereka pun tak segan-segan berkeliling untuk membagikan buah-buahan itu. Sungguh, sebuah pelayanan yang luar biasa. Pariwisata di Phuket adalah mata pencaharian utama sebagian besar warga Thailand selatan. Untuk itu mereka berusaha memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada para pelanggannya. Konsep yang sudah menjadi budaya. Hebat.
Tepat jam 15.00, speed boat kami meninggalkan Koh Khai Nak dan ini berarti berakhir pula one day tour phi-phi island kami. Sesampainya di Chalong Bay, Mr Billy sudah siap menjemput kami untuk mengantarkan ke bandara. Sebelum berangkat, kami memilih untuk mandi terlebih dahulu di toilet Chalong Bay karena badan terasa sangat lengket.
Dan akhirnya, pukul 18.00 waktu phuket, kami tiba di bandara. Hmm, sebuah perjalanan yang luar biasa yang sangat ingin segera kuulangi. Keramahana Thailand Selatan dengan pantai-pantai dan pulau-pulaunya yang cantik benar-benar telah memikatku. Masih banyak destinasi di Thailand selatan yang ingin aku kunjungi, seperti Krabi, Koh Phang Ngan, Koh Samui, Koh Tao, Koh Panyee dan pulau-pulau lainnya. Aku sendiri juga belum menginjakkan kaki di Patong beach, Katon beach serta Kata beach. Semoga di tahun-tahun mendatang aku bisa berkunjung kesini lagi, Amiiinnn.
Pukul 9 malam, pesawat Air Asia AK 829 membawa kami kembali ke Kuala Lumpur. Kami transit semalam dan keesokan harinya, kami pulang kembali ke Surabaya dengan pesawat Air Asia QZ7618. Dan perjalanan liburan yang sangat luar biasa menyenangkan ini pun berakhir. Esok hari, kami sudah harus kembali menggeluti pekerjaan demi bisa melanjutkan kembali perjalanan-perjalanan yang lain di bumi Allah yang sangat indah ini.
TOTAL BIAYA BERDUA
Kurs
RM 1 = Rp. 2950
THB 1 = Rp. 300
Pra keberangkatan
Tiket Berdua Total Rp. 1520280
Tune Hotel 1 Malam 22 - 23 Feb 2012 Rp. 259718
Patong Bay Inn 2 Malam 23 - 25 Feb 2012 Rp. 401406
Tune Hotel 1 Malam 25 - 26 Feb 2012 Rp. 314446
Total Pra Keberangkatan Rp. 2.495.850
Hari ke - 1 22 Feb 2012 (Perjalanan Surabaya - Kuala Lumpur)
Airport Tax Internasional Juanda untuk 2 orang Rp. 300000
Makan malam di Air Asia SUB KUL Rp. 85000
Total Hari Pertama Rp. 385.000
Hari ke - 2 23 Feb 2012
Penjemputan Bandara Phuket dan City Tour THB 1666.666667 = Rp. 500000
Perdana True Move Gratis dan Pulsa 100 Baht THB 100 = Rp. 30000
Beli Minum di 7 Eleven THB 50 = Rp. 15000
Makan Siang di Resto Pinggir Pantai (Mahal, hiks) THB 500 = Rp. 150000
Beli Es Krim dan Minum di komplek Wat Chalong THB 75 = Rp. 22500
Makan Malam THB 120 = Rp. 36000
Total Hari Kedua Rp. 753.500
Hari ke - 3 24 Feb 2012
Tour Phang Nga Bay 2 orang @1000 baht THB 2000 = Rp. 600000
Banana Pancake 2 porsi @50 baht THB 100 = Rp. 30000
Beli Air Minum THB 27 = Rp. 8100
Makan Malam THB 40 = Rp. 12000
Total Hari Ketiga Rp. 650.100
Hari ke - 4 25 Feb 2012
Tour Phi Phi Island 2 orang @1100 baht THB 2200 = Rp. 660000
Beli Minum di Khai Nai Island THB 29 = Rp. 8700
Sewa Kursi di Khai Nai Island THB 100 = Rp. 30000
Beli Es Krim di Khai Nai Island THB 120 = Rp. 36000
Tips Phi2 Island tour THB 20 = Rp. 6000
Beli foto Phi2 Island THB 100 = Rp. 30000
Mandi di Toilet THB 15 = Rp. 4500
Pengantaran ke bandara THB 360 = Rp. 108000
Tips Untuk Mr Billy THB 100 = Rp. 30000
Beli Makan malam dunkin di bandara Phuket THB 100 = Rp. 30000
Beli Minum di Bandara Phuket THB 30 = Rp. 9000
Total Hari Keempat Rp. 952.200
Hari ke - 5 25 Feb 2012
Beli snack di 7 Eleven Tune RM 4 = Rp. 11800
Sarapan Nasi Lemak dan The Tarik di LCCT RM 10.5 = Rp. 30975
Beli Minum di Bandara LCCT RM 8 = Rp. 23600
Beli Capuccino di pesawat Rp. 15000
Parkir Motor Juanda Rp. 20000
Total Hari Kelima Rp. 101.375
TOTAL BIAYA (TANPA SOUVENIR) Rp. 5.338.025
*Wongkentir
Description: Wisata Asia : Pesona Phi-Phi, Phuket, Thailand Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Asia : Pesona Phi-Phi, Phuket, Thailand


Shares News - 18.42
Read More Add your Comment 0 komentar


Wisata Kenjeran, Surga Fotografi Surabaya




Bagi warga Surabaya pastinya tidak akan asing dengan nama Kenjeran. Yap, pantai yang terletak di pesisir timur laut Surabaya itu adalah salah satu destinasi wisata favorit warga Surabaya.
Kalau dilihat, sebenarnya pantai ria kenjeran ini tidaklah istimewa. Atau bisa dibilang sangat jauh dari kata indah. Jika ingin berenang di pantai, bermain riak ombak yang memecah pantai ataupun hanya sekedar menikmati pantai yang landai dengan pemandangan laut yang menghijau, Kenjeran bukanlah tempat yang tepat. Sepanjang mata memandang disini, yang tampak hanyalah sedimen lumpur kecokelatan. Lumpur ini memenuhi area pantai hingga sejauh sekitar 1 km dari bibir pantai. Jadi boro-boro mau berenang, lha wong air lautnya saja tidak bisa mencapai bibir pantai.
Tapi, bagi para fotografer, kenjeran adalah salah satu surga fotografi di Surabaya. Setiap hari, utamanya di hari libur, banyak sekali penggemar fotografi yang datang ke kenjeran. Mereka biasanya datang di pagi hari, menjelang matahari terbit. Memang, waktu terbaik untuk berburu foto di Kenjeran adalah pagi hari, karena memang lokasi pantai yang menghadap ke arah timur.
Berburu sunrise di kenjeran, terus terang membuatku minder. Aku yang hanya berbekal kamera DSLR kelas entry level dengan lensa standard beradu dengan mereka yang rata-rata membawa kamera professional dengan lensa kelas premium.
Para foto hunter itu sudah stay di kenjeran sejak jam 5 pagi. Dengan bertumpu pada tripod, kamera mereka terhunus dan siap membidik. Begitu semburat merah mentari terlihat, shutter pun mulai digerakkan, membekukan frame demi frame, mengabadikan suasana pagi di pesisir kota pahlawan. Dermaga kayu, perahu nelayan yang terjebak ditengah lumpur, para pengunjung pantai, bahkan rekan sesama fotografer menjadi objek pemanis sebuah foto dengan pemeran utamanya tentu saja sang surya.
Suasana pagi yang sangat indah. Ternyata dibalik keterbatasannya, kenjeran mempunyai keindahan tersembunyi. Sebuah surga yang sudah diabadikan lebih dari ratusan kali, atau bahkan mungkin ribuan kali.wongkentir.
Description: Wisata Kenjeran, Surga Fotografi Surabaya Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Kenjeran, Surga Fotografi Surabaya


Shares News - 22.03
Read More Add your Comment 0 komentar


Nikmati Pasir Putih Pulau Lihaga, di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara




Sulawesi Utara menyimpan potensi wisata bahari dan pantai yang sangat beragam. Siapa yang tidak kenal dengan keindahan bawah laut Bunaken? Tapi Bunaken hanyalah satu dari sekian destinasi wisata bahari yang memesona. Lihaga, salah satunya.


Lihaga, merupakan sebuah pulau yang hanya memiliki luas 8 ha. Berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Minahasa Utara. Letaknya berada di ujung atas Pulau Sulawesi yang berbentuk K. Jika ditarik titik-titik, Pulau Lihaga akan membuat semacam garis maya hingga ke General Santos, Davao di Fipilina. Pada garis semu itu juga terdapat Pulau Sangir Talaud, Talise, Bangka dan Gangga.

Pulau Lihaga punya keistimewaan tersendiri dibanding dengan pulau-pulau lainnya di Sulawesi Utara. Pasir putihnya yang sehalus tepung membuat pulau ini menjadi sangat menggoda untuk didatangi. Pulau Lihaga juga tanpa penduduk. Kalaupun ada, hanya satu keluarga yang dipercayakan menjaga pulau tersebut. Merekalah yang bertugas membersihkan sampah yang ditinggal para pengunjung. Penjaganya menyodorkan karcis masuk sebesar Rp 20.000. Dana itu dipakai untuk operasional mereka.


Untuk mencapai Lihaga dari Manado bisa ditempuh dengan mengambil rute dari Pelabuhan Likupang. Dari Manado dibutuhkan sekitar 1,5 jam berkendara. Lalu menyewa perahu menyebrang ke Lihaga. Sekitar 45 menit Lihaga sudah bisa dicapai. Sewa perahu yang bisa menampung 20 orang seharga Rp 750.000.

Mintalah pemilik perahu untuk melewati Pulau Gangga. Pulau tetangga yang juga indah dengan sebuah resor milik orang Italia. Lalu sebelum turun ke pantai Lihaga, kitari dulu pulau ini. Bibir pantainya akan menyajikan pemandangan yang tak akan terlupakan. Gradasi air dari warna biru ke warna hijau dan diakhiri dengan buih ombak yang memecah di pasir putih, sungguh sebuah sajian yang memesona. Ditambah lagi dengan pemandangan batu karang di sisi lain pulau.

Bawah laut Lihaga juga menyajikan pemandangan yang sangat indah. Ketika berada di pantai, gazebo dengan tempat duduk dari bambu siap menyambut kita. Bermain pasir sambil berkejaran dengan ombak merupakan sebuah pilihan menarik. Mandi dan snorkeling juga tak kalah serunya.

Di pulau tanpa penduduk ini sudah tersedia toilet dan ruang ganti. Bahkan telah ada pula bangunan dari kayu yang cukup besar. Tapi sebelum menyeberangi ke Lihaga, jangan lupa membeli makanan dan minuman terlebih dahulu di Likupang. Karena di Lihaga tidak tersedia warung dan penjual makanan.


Pengunjung juga bisa menginap di Lihaga, tanpa dipungut bayaran lagi. Tentu dengan menyediakan peralatan bermalam sendiri. Jika dikelola dengan baik, Pulau Lihaga akan menjadi salah satu destinasi terbaik di Sulawesi Utara.

Tapi walaupun demikian, setiap akhir pekan, Pulau Lihaga selalu ramai dikunjungi. Pulau ini juga menjadi lokasi favorit para fotografer. Jadi jika Anda berada di Sulawesi Utara, sempatkan mampir di Lihaga. kompas.travel.
Description: Nikmati Pasir Putih Pulau Lihaga, di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Nikmati Pasir Putih Pulau Lihaga, di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara


Shares News - 03.03
Read More Add your Comment 0 komentar


Backpaker ke Lombok, Low Budget





Liburan menyeberang pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, identik dengan biaya mahal. Pendapat itu tidak sepenuhnya betul jika Anda melakukan perjalanan murah meriah ala backpaker. Kuncinya, rencanakan perjalanan berbekal peta dan informasi yang cukup.
Para backpaker biasanya mencapai Lombok melalui Bali. Anda bisa menuju Denpasar, Bali dengan menumpang KA ekonomi. Dari Jakarta, kita bisa memulai rute ini di Stasiun Pasar Senen. Ada dua jalur yang bisa kita tempuh yakni jalur utara dan selatan. Jalur utara bisa ditempuh dengan KA Kertajaya yang berangkat dari Stasiun Tanjung Priok sekitar pukul 15.20 Wib menuju Stasiun Pasar Turi. Sedangkan untuk jalur selatan, Anda bisa menggunakan KA Gaya Baru Malam dari Stasiun Jakarta Kota menuju Stasiun Surabaya Gubeng. Perjalanan Jakarta-Surabaya dengan kereta api ekonomi membutuhkan waktu sekitar 16 jam. Jika naik KA Kertajaya, Anda harus meneruskan perjalanan menuju Denpasar dari Stasiun Gubeng. Dari Stasiun Pasar Turi ke Stasiun Gubeng naiklah angkutan umum berwarna hijau dengan tarif Rp. 4000. Jika naik KA Gaya Baru Malam, Anda harus bermalam di Surabaya karena kereta ini tiba pada dini hari sehingga ada waktu luang beberapa saat selagi menunggu KA Mutiara Timur. Kereta ini akan membawa Anda ke Banyuwangi dan menyediakan bus ke Denpasar dengan biaya sekitar Rp. 150 ribu .
Alternatif lainnya adalah dengan menumpang KA Ekonomi Sri Tanjung yang berangkat dari Jogjakarta pukul 07.30 Wib menuju Banyuwangi. Sesampainya di Stasiun Banyuwangi Baru kira-kira pukul 23.30 Wib, Anda bisa berjalan kaki ke Pelabuhan Ketapang dan berangkat dengan kapal Feri dengan biaya Rp. 6 ribu per orang. Penyebarangan Ketapang – Gilimanuk tetap buka hingga malam, jadi Anda tidak perlu khawatir harus menunggu lama. Sesampainya di Pelabuhan Gilimanuk Anda harus meneruskan perjalanan menuju Terminal Ubung Denpasar dengan bus bertarif mulai Rp. 15 ribu hingga 25 ribu tergantung jenis bus, berAC atau tidak.
Sesampainya di Denpasar, Anda harus menuju Pelabuhan Padang Bai. Atau jika ingin cepat, kita bisa menumpang bus langsung dari Gilimanuk ke Padang Bai dengan tarif Rp. 40 ribu. Perjalanan selanjutnya adalah menyeberang dengan kapal feri dari Padang Bai ke Mataram via Pelabuhan Lembar Lombok dengan waktu tempuh sekitar 5 jam.
Akhirnya kita sampai di Mataram. Supaya menghemat, Anda bisa menyewa motor di Mataram untuk melakukan perjalanan selanjutnya menjelajahi objek wisata di Lombok. Jangan lupa melihat peta agar perjalanan Anda lebih sistematis alias tidak bolak balik. Lebih baik carilah rute yang searah untuk mencapai satu destinasi lain ke destinasi berikutnya. Misalnya dari Mataram menuju Gili Trawangan, Anda bisa mencari beberapa objek wisata yang bisa kita jumpai sepanjang jalan antara Mataram hingga Gili Trawangan. Dengan begitu energi tidak terbuang percuma dengan biaya perjalanan lebih hemat. Tempat penyewaan motor di Mataram cukup banyak. Misalnya di belakang Hotel Lombok Plaza tepatnya di jalan Gelatik Cakranegara yang mematok tarif Rp. 50 ribu per hari untuk motor manual dan Rp. 60 ribu per hari untuk motor matik. Selain itu ada di Oka Home Stay yang berada di Jalan Repatmaja Cakranegara dengan biaya sewa yang relatif sama. Jika kita meminjam lebih dari sehari, biasanya mereka akan memberikan potongan harga, sehingga biaya totalnya lebih murah. Setelah urusan motor beres, kita bisa mencari penginapan murah yang ada di seputaran kota ini. Misalnya di Wisma Nusantara II yang ada di pusat kota, tepatnya Jalan Beo, Cakranegara. Tarif penginapan ini Rp. 60 ribu untuk kamar Non-AC dan yang paling mahal Rp. 190 ribu untuk kamar VIP. Selain Wisma Nusantara II, Anda bisa menginap di Hotel Ayu Jaya dengan tarif mulai Rp. 70 ribu per malam. Atau jika Anda ingin beristirahat lebih nyaman, bisa memilih Graha Ayu Hotel, Giri Hotel Lombok atau Bidari Hotel. Baiklah, akomodasi dan penginapan beres, istirahat sejenak, esok hari perjalanan selanjutnya akan Anda jalani. Persiapkan perlengkapan seperti kamera dan lainnya untuk menyambut keindahan Lombok yang memesona.
Nah, karena tujuan akhirliburan di Lombok adalah Gili Trawangan, maka tak ada salahnya untuk memulai perjalanan pertama ke destinasi yang terjauh dari pulau kecil ini. Rute pertama adalah pantai Kuta dan Tanjung A’an yang berjarak sekitar 56 km dari Mataram. Kedua pantaiyang berada di Lombok Selatan ini bersebelahan dan sama-sama indah. Pantai Kuta dengan pasir putihnya yang halus serta Tanjung A’an yang pasirnya serupa butiran merica. Selain view-nya yang apik, kita bisa melakukan snorkling untuk melihat kekayaan perairan ini. Puas bermain di pantai, selanjutnya kita akan mengunjungi Sade desa Rambitan yakni desa tradisional yang menarik. Mampirlah sebentar untuk melihat kehidupan masyarakatnya serta berbagai sovenir yang mereka jual. Rumah-rumahnya unik, lingkungannya bersih serta penduduknya ramah, sayang jika tidak Anda abadikan di kamera.
Lepas dari keunikan Sade, lanjutkan perjalanan menuju pantai Senggigi. Pantai ini menghadap barat sehingga sangat cocok untuk menjaring matahari senja alias sunset. Manfaatkan sore Anda dengan bersantai di pantai ini. Saat surya turun perlahan teapat di tengah hamparan pantai, Anda akan melihat betapa indahnya pantai yang mendadak semburat jingga. Pesona tiada tara. Malam menjelang saatnya kembali ke penginapan sembari mencicipi kuliner khas Lombok sebagai penutup malam. Dari arah barat laut, Mataram hanya berjarak 12 km dari Senggigi.
Keesokan harinya, kita akan menempuh perjalanan dari Mataram menuju Gili Trawangan via Pelabuhan Bangsal Lombok Utara. Menuju Pelabuhan Bangsal, kita bisa mampir sejenak ke Pusuk Pass. Pusuk pass adalah kawasan hutan wisata dengan luas 43.550,23 hektar. Ada sekitar 162 jenis pohon di tempat ini dan sekawanan monyet yang jinak. Berhentilah sejenak dan jangan kaget, Anda akan disambut monyet-monyet lucu. Hamparan pemandangan yang hijau serta udara yang segar, akan mengisi energi kita sebelum ke Gili Trawangan. Penyebarangan dari pelabuhan bangsal ke Gili Trawangan membutuhkan waktu sekitar 40 menit dengan menumpang boat bertarif Rp. 10 ribu per orang. Oya, jangan lupa, titipkan motor Anda di pelabuhan Bangsal ya, karena Gili Trawangan bebas dari kendaraan bermotor.
Hola Gili Trawangan ! akhirnya sampai juga di pulau paling esksotis di Lombok. Ada banyak aktivitas yang bisa kita lakukan disini. Snorkling, diving, bersantai di bibir pantai, mengelilingi pulau dengan sepeda atau cidomo, menikmati wisata kuliner atau hiburan malam disini. Semuanya patut di coba jika Anda ingin merasakan sudut “surga” di pulau ini. Bermalam di Gili Trawangan adalah pilihan yang menarik. Anda bisa menginap di hotel dan resort yang ada di sini atau tidur di tepian pantai bersama para backpaker lainnya. Jangan lupa untuk menyusuri dua gili lainnya yakni Gili Meno dan Gili Air. Pulau-pulau kecil itu bisa Anda kunjungi dengan boat dari Gili Trawangan atau dengan paket snorkling yang disediakan para operator di Gili Trawangan. Sudah 2 hari 1 malam di Gili Trawangan, kini waktunya kembali ke Lombok. Penyeberangan terakhir dari Gili Trawangan ke Lombok adalah pukul 17.00 WITA. Jangan sampai ketinggalan ya.
Sesampainya di Mataram, istirahatlah sejenak dan jangan lupa membeli oleh-oleh di toko-toko sovenir sekitaran ibukota Lombok ini. Keesokan harinya, perjalanan panjang menunggu lagi meninggalkan Lombok melalui Terminal Mandalika menuju Pelabuhan Lembar untuk menyeberang kembali ke pulau Bali. Jangan lupa, kembalikan motor sewaan Anda sebelum pulang ke pulau Jawa.
Nah, menjadi backpaker memang melelahkan, tetapi ada banyak pengalaman yang akan kita peroleh, plus stok foto yang unik. Dengan berbekal peta serta informasi yang cukup di setiap destinasi yang akan kita tuju, Anda bisa menikmati Lombok dengan low budget but a lot of fun. 
Selamat berpetualang. panduanwisata

Description: Backpaker ke Lombok, Low Budget Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Backpaker ke Lombok, Low Budget


Shares News - 17.51
Read More Add your Comment 0 komentar