Backpaker ke Lombok, Low Budget





Liburan menyeberang pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, identik dengan biaya mahal. Pendapat itu tidak sepenuhnya betul jika Anda melakukan perjalanan murah meriah ala backpaker. Kuncinya, rencanakan perjalanan berbekal peta dan informasi yang cukup.
Para backpaker biasanya mencapai Lombok melalui Bali. Anda bisa menuju Denpasar, Bali dengan menumpang KA ekonomi. Dari Jakarta, kita bisa memulai rute ini di Stasiun Pasar Senen. Ada dua jalur yang bisa kita tempuh yakni jalur utara dan selatan. Jalur utara bisa ditempuh dengan KA Kertajaya yang berangkat dari Stasiun Tanjung Priok sekitar pukul 15.20 Wib menuju Stasiun Pasar Turi. Sedangkan untuk jalur selatan, Anda bisa menggunakan KA Gaya Baru Malam dari Stasiun Jakarta Kota menuju Stasiun Surabaya Gubeng. Perjalanan Jakarta-Surabaya dengan kereta api ekonomi membutuhkan waktu sekitar 16 jam. Jika naik KA Kertajaya, Anda harus meneruskan perjalanan menuju Denpasar dari Stasiun Gubeng. Dari Stasiun Pasar Turi ke Stasiun Gubeng naiklah angkutan umum berwarna hijau dengan tarif Rp. 4000. Jika naik KA Gaya Baru Malam, Anda harus bermalam di Surabaya karena kereta ini tiba pada dini hari sehingga ada waktu luang beberapa saat selagi menunggu KA Mutiara Timur. Kereta ini akan membawa Anda ke Banyuwangi dan menyediakan bus ke Denpasar dengan biaya sekitar Rp. 150 ribu .
Alternatif lainnya adalah dengan menumpang KA Ekonomi Sri Tanjung yang berangkat dari Jogjakarta pukul 07.30 Wib menuju Banyuwangi. Sesampainya di Stasiun Banyuwangi Baru kira-kira pukul 23.30 Wib, Anda bisa berjalan kaki ke Pelabuhan Ketapang dan berangkat dengan kapal Feri dengan biaya Rp. 6 ribu per orang. Penyebarangan Ketapang – Gilimanuk tetap buka hingga malam, jadi Anda tidak perlu khawatir harus menunggu lama. Sesampainya di Pelabuhan Gilimanuk Anda harus meneruskan perjalanan menuju Terminal Ubung Denpasar dengan bus bertarif mulai Rp. 15 ribu hingga 25 ribu tergantung jenis bus, berAC atau tidak.
Sesampainya di Denpasar, Anda harus menuju Pelabuhan Padang Bai. Atau jika ingin cepat, kita bisa menumpang bus langsung dari Gilimanuk ke Padang Bai dengan tarif Rp. 40 ribu. Perjalanan selanjutnya adalah menyeberang dengan kapal feri dari Padang Bai ke Mataram via Pelabuhan Lembar Lombok dengan waktu tempuh sekitar 5 jam.
Akhirnya kita sampai di Mataram. Supaya menghemat, Anda bisa menyewa motor di Mataram untuk melakukan perjalanan selanjutnya menjelajahi objek wisata di Lombok. Jangan lupa melihat peta agar perjalanan Anda lebih sistematis alias tidak bolak balik. Lebih baik carilah rute yang searah untuk mencapai satu destinasi lain ke destinasi berikutnya. Misalnya dari Mataram menuju Gili Trawangan, Anda bisa mencari beberapa objek wisata yang bisa kita jumpai sepanjang jalan antara Mataram hingga Gili Trawangan. Dengan begitu energi tidak terbuang percuma dengan biaya perjalanan lebih hemat. Tempat penyewaan motor di Mataram cukup banyak. Misalnya di belakang Hotel Lombok Plaza tepatnya di jalan Gelatik Cakranegara yang mematok tarif Rp. 50 ribu per hari untuk motor manual dan Rp. 60 ribu per hari untuk motor matik. Selain itu ada di Oka Home Stay yang berada di Jalan Repatmaja Cakranegara dengan biaya sewa yang relatif sama. Jika kita meminjam lebih dari sehari, biasanya mereka akan memberikan potongan harga, sehingga biaya totalnya lebih murah. Setelah urusan motor beres, kita bisa mencari penginapan murah yang ada di seputaran kota ini. Misalnya di Wisma Nusantara II yang ada di pusat kota, tepatnya Jalan Beo, Cakranegara. Tarif penginapan ini Rp. 60 ribu untuk kamar Non-AC dan yang paling mahal Rp. 190 ribu untuk kamar VIP. Selain Wisma Nusantara II, Anda bisa menginap di Hotel Ayu Jaya dengan tarif mulai Rp. 70 ribu per malam. Atau jika Anda ingin beristirahat lebih nyaman, bisa memilih Graha Ayu Hotel, Giri Hotel Lombok atau Bidari Hotel. Baiklah, akomodasi dan penginapan beres, istirahat sejenak, esok hari perjalanan selanjutnya akan Anda jalani. Persiapkan perlengkapan seperti kamera dan lainnya untuk menyambut keindahan Lombok yang memesona.
Nah, karena tujuan akhirliburan di Lombok adalah Gili Trawangan, maka tak ada salahnya untuk memulai perjalanan pertama ke destinasi yang terjauh dari pulau kecil ini. Rute pertama adalah pantai Kuta dan Tanjung A’an yang berjarak sekitar 56 km dari Mataram. Kedua pantaiyang berada di Lombok Selatan ini bersebelahan dan sama-sama indah. Pantai Kuta dengan pasir putihnya yang halus serta Tanjung A’an yang pasirnya serupa butiran merica. Selain view-nya yang apik, kita bisa melakukan snorkling untuk melihat kekayaan perairan ini. Puas bermain di pantai, selanjutnya kita akan mengunjungi Sade desa Rambitan yakni desa tradisional yang menarik. Mampirlah sebentar untuk melihat kehidupan masyarakatnya serta berbagai sovenir yang mereka jual. Rumah-rumahnya unik, lingkungannya bersih serta penduduknya ramah, sayang jika tidak Anda abadikan di kamera.
Lepas dari keunikan Sade, lanjutkan perjalanan menuju pantai Senggigi. Pantai ini menghadap barat sehingga sangat cocok untuk menjaring matahari senja alias sunset. Manfaatkan sore Anda dengan bersantai di pantai ini. Saat surya turun perlahan teapat di tengah hamparan pantai, Anda akan melihat betapa indahnya pantai yang mendadak semburat jingga. Pesona tiada tara. Malam menjelang saatnya kembali ke penginapan sembari mencicipi kuliner khas Lombok sebagai penutup malam. Dari arah barat laut, Mataram hanya berjarak 12 km dari Senggigi.
Keesokan harinya, kita akan menempuh perjalanan dari Mataram menuju Gili Trawangan via Pelabuhan Bangsal Lombok Utara. Menuju Pelabuhan Bangsal, kita bisa mampir sejenak ke Pusuk Pass. Pusuk pass adalah kawasan hutan wisata dengan luas 43.550,23 hektar. Ada sekitar 162 jenis pohon di tempat ini dan sekawanan monyet yang jinak. Berhentilah sejenak dan jangan kaget, Anda akan disambut monyet-monyet lucu. Hamparan pemandangan yang hijau serta udara yang segar, akan mengisi energi kita sebelum ke Gili Trawangan. Penyebarangan dari pelabuhan bangsal ke Gili Trawangan membutuhkan waktu sekitar 40 menit dengan menumpang boat bertarif Rp. 10 ribu per orang. Oya, jangan lupa, titipkan motor Anda di pelabuhan Bangsal ya, karena Gili Trawangan bebas dari kendaraan bermotor.
Hola Gili Trawangan ! akhirnya sampai juga di pulau paling esksotis di Lombok. Ada banyak aktivitas yang bisa kita lakukan disini. Snorkling, diving, bersantai di bibir pantai, mengelilingi pulau dengan sepeda atau cidomo, menikmati wisata kuliner atau hiburan malam disini. Semuanya patut di coba jika Anda ingin merasakan sudut “surga” di pulau ini. Bermalam di Gili Trawangan adalah pilihan yang menarik. Anda bisa menginap di hotel dan resort yang ada di sini atau tidur di tepian pantai bersama para backpaker lainnya. Jangan lupa untuk menyusuri dua gili lainnya yakni Gili Meno dan Gili Air. Pulau-pulau kecil itu bisa Anda kunjungi dengan boat dari Gili Trawangan atau dengan paket snorkling yang disediakan para operator di Gili Trawangan. Sudah 2 hari 1 malam di Gili Trawangan, kini waktunya kembali ke Lombok. Penyeberangan terakhir dari Gili Trawangan ke Lombok adalah pukul 17.00 WITA. Jangan sampai ketinggalan ya.
Sesampainya di Mataram, istirahatlah sejenak dan jangan lupa membeli oleh-oleh di toko-toko sovenir sekitaran ibukota Lombok ini. Keesokan harinya, perjalanan panjang menunggu lagi meninggalkan Lombok melalui Terminal Mandalika menuju Pelabuhan Lembar untuk menyeberang kembali ke pulau Bali. Jangan lupa, kembalikan motor sewaan Anda sebelum pulang ke pulau Jawa.
Nah, menjadi backpaker memang melelahkan, tetapi ada banyak pengalaman yang akan kita peroleh, plus stok foto yang unik. Dengan berbekal peta serta informasi yang cukup di setiap destinasi yang akan kita tuju, Anda bisa menikmati Lombok dengan low budget but a lot of fun. 
Selamat berpetualang. panduanwisata

Description: Backpaker ke Lombok, Low Budget Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Backpaker ke Lombok, Low Budget


Shares News - 17.51
Read More Add your Comment 0 komentar


Wisata Sumatera : Jelajah Pulau Mentawai Siberut





Description: Wisata Sumatera : Jelajah Pulau Mentawai Siberut Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Sumatera : Jelajah Pulau Mentawai Siberut


Shares News - 01.03
Read More Add your Comment 0 komentar


Wisata Unik dan Aneh : 5 Tempat Wisata Unik di Thailand




Pesona wisata di Thailand sudah menyebar dan terkenal di seluruh dunia sebut saja derah pattaya dan phuket merupakan tujuan wisata utama di Thailand namun selain dua derah itu masih banyak tempat wisata yang menarik di Thailand yang harus kamu kunjungi salah satunya adalah tempat tempat wisata unik Thailand berikut. Nah kamu ingin tahu keunikan seperti itu simak 5 Tempat Wisata Unik di Thailand berikut ini.
1. Khao San Road
Khao San Road
Khao San Road merupakan kota yang ramai di pusat kota Bangkok di jalan ini sangat ramau disi jalan kamu akan banyak menemui para penjual dvd bajakan, Nah masih seputar bajakan ternyata di sepanjang jalan ini kamu bisa menemukan beberapa penjual jasa pemalsu ijazah, ktp dan dokumen apapun yang kamu butuhkan harganya pun berfariasi muali dari Rp 50.000 – Rp 100.000 tergantung tingkat kesulitan dukumen yang ingin dipalsukan.
2. Pijat di WC
KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA
Jika kamu sedang asik berwisata di jalan Khao San Road, Patpong, Skhumvit, dan Silom dan asik bersenag senag di sebuah klub malam maka kamu akan menemukan sebuah jasa pijat yang sdedikit unik nah pasti kamu mau tahu kenapa dibilang unik sebab pijatnya dilakukan didalam wc bar sambil berdiri kamu akan dipijat oleh tukang pijat unik ya harga jasa pijat ini pun tidak terlalu mahal kamu hanya perlu membayar Rp 6000 saja untuk sekali pijat.
3. Wisata Kuliner Serangga
makanan serangga
Berwisata ke suatu negara biasa kurang puas jika tidak merasakan kuliner khas negara tersebut nah di Thailand ada sebuah wisata kuliner yang sangat unik yakni makan seranga di hampir sepanjang jalan yang ada dikota Thailand biasa menjual berbagai jenis makanan dari seranga seperti belalang, kumbang, jangkrik, kalajengking, ulat sutra, dan lain-lain.
4. Suku Karen
suku karen
Setipa bangsa dan negara pasti memiliki berbagai macam suku dan budaya nah di Thailand ada sebuah suku yang bernama Suku Karen suku ini sangat unik dan menjadi daya tarik wisata di Thailand. Sebagai tanda kecantikan, wanita dari suku Karen ini akan memakai kalung pada lehernya sehingga membuat leher wanita tersebut menjadi panjang. Selain panjang lehernya, wanita suku Karen merupakan penenun terbaik se-Thailand.
5. Ping Pong Show
Ping Pong Show
Di negara Thailand juga terkenal dengan wanita transgendernya nah di sini ada sebuah pertunjukan unik yang banyak menarik wisatawan dunia yakni pertunjukan Ping Pong Show ini merupakan sebuah pertunjukan debus dengan menggunakan alat kelamin. Pertunjukan ini biasanya diadakan di daerah Pat Pong, beberapa klub malam di daerah Phuket dan Pattaya.
Nah itulah beberapa wisata unik yang ada di Negara Thailand yang bisa kamu kunjunggi. palingseru
Description: Wisata Unik dan Aneh : 5 Tempat Wisata Unik di Thailand Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Unik dan Aneh : 5 Tempat Wisata Unik di Thailand


Shares News - 05.45
Read More Add your Comment 0 komentar


Jogjakarta Turism Maps




Keterangan : Untuk peta diatas hanya lokasi wisata yang termasuk dalam kawasan kota jogja serta sebagian wisata Kab. Sleman dan Kab. Bantul, belum termasuk lokasi-lokasi wisata lain seperti di, Kab.Gunungkidul dan Kulon Progo.

Description: Jogjakarta Turism Maps Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Jogjakarta Turism Maps


Shares News - 22.31
Read More Add your Comment 0 komentar


Peta Wisata Yogyakarta





Keterangan : Untuk peta diatas hanya lokasi wisata yang termasuk dalam kawasan kota jogja serta sebagian wisata Kab. Sleman dan Kab. Bantulbelum termasuk lokasi-lokasi wisata lain seperti di, Kab. Gunungkidul dan Kulon Progo. Semoga Bermanfaat. 


Description: Peta Wisata Yogyakarta Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Peta Wisata Yogyakarta


Shares News - 17.23
Read More Add your Comment 0 komentar


Wisata Maluku : Festival Teluk Jailolo




Festival Teluk Jailolo di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara (Malut) menyuguhkan berbagai kegiatan yang unik dan menarik pesta adat Suku Sahu salah satu suku di wilayah Halbar yang berlangsung 16-18 Mei 2013.
teluk jailolo, wisata maluku, halmahera, ternate

Festival yang masuk dalam kalender kegiatan pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut juga menyuguhkan parade gerobak sapi yang melibatkan para petani dari berbagai wilayah di Halbar.

Selain itu, berbagai jenis lomba yang terkait dengan kebaharian, seperti lomba foto dan video bawah laut, lomba memancing, lomba renang dan lomba dayung perahu tradisional serta lomba tarian dan musik tradisional.

Festival Teluk Jailolo mengusung tema "The Treasure of Spice Island" akan diawali dengan ritual pembersihan laut dalam bahasa daerah setempat disebut "sigofi ngolo", yang dimaksudkan  sebagai simbol komitmen masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian lingkungan laut.
teluk jailolo, wisata maluku, halmahera, ternate

Pada acara pucak festival tersebut akan dipentaskan theater dengan nama "sasadu on the sea" pada panggung di atas laut sehingga akan menyajikan tontonan yang menarik dan khas, karena jarang sekali ada pentas theater pada panggung di atas laut.

"Wisatawan dari dalam maupun luar negeri tidak akan menyesal jika menghadiri Festival Teluk Jailolo tersebut, apalagi selain menyaksikan berbagai kegiatan menarik pada  festival itu, juga bisa menikmati objek wisata lainnya yang tidak kalah menarik di Halbar."

Obyek wisata tersebut yakni keindahan panorama bawah laut di perairan Teluk Jailolo yang menyuguhkan aneka jenis terumbu karang, ikan hias dan berbagai jenis biota laut lainnya.

Di Halbar, wisatawan juga bisa menyaksikan berbagai peninggalan sejarah seperti rumah adat Suku Sahu yang menyimpan berbagai peninggalan para leluhur Suku Sahu, serta panorama hutan alami yang dihuni berbagai flora dan fauna menarik, diantaranya burung bidadari.
teluk jailolo, wisata maluku, halmahera, ternate

Akses untuk mencapai Halbar cukup lancar yakni dari Ternate kemudian melanjutkan perjalanan ke Jailolo, ibu kota Kabupaten Halbar menggunakan speed boat dengan tarif Rp 50.000 per orang. "Sarana akomodasi di Halmahera Barat tidak ada masalah."

Selamat berlibur "Sobat Backpacker Akhir Pekan"
Suka artikel ini? Yuk, share artikel ini ke teman-temanmu!
Description: Wisata Maluku : Festival Teluk Jailolo Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Maluku : Festival Teluk Jailolo


Shares News - 22.53
Read More Add your Comment 0 komentar


Akases Menuju Wisata Gunung Bromo




AKSES MENUJU LOKASI

Akses menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dari Kota Surabaya bisa ditemput dari 4 jalur yaitu dari Malang, Pasuruan, Tongas-Probolinggo dan Lumajang. Kondisi secara keselurahan bisa dilihat dari tabel berikut:
wisata bromo, bromo, gunung bromo

AKSES JALAN DAN TRANSPORTASI MENUJU TN BTS (Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru)

Peta wisata, bromo, wisata jawa timur, tengger, semeru

NoRuteJarak (km)Kondisi JalanWaktu TempuhKeterangan
A










B.







C.




D.
Surabaya - Malang
Malang - Tumpang
Tumpang - Gubugklakah
Gubugklakah - Ngadas
Ngadas - Jemplang
Jemplang - M. Bromo
Jemplang - Ranu Pane
Ranu Pane - Ranu Kombolo
Ranu Kombolo - Kalimati
Kalimati - Arcopodo
Arcopodo - Mahameru
Surabaya - Pasuruan
Pasuruan - Warungdowo
Warungdowo - Tosari
Tosari - Wonokitri
Wonokitri - Dingklik
Dingklik - Penanjakan
Dingklik - Laut Pasir
Laut Pasir - G. Bromo
Surabaya - Tongas (P-linggo)
Tongas - Sukapura
Sukapura - Cemorolawangi
Cemorolawang - Bromo
Surabaya - P/linggo - Lumajang
Lumajang - Senduro
Senduro - Bumo
Bumo - Ranu Pane
Ranu Pane - Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo - Kalimati
Kalimati - Arcopodo
Arcopodo - Mahameru
89
18
12
16
1
10
6
10
5
1
2
40
4
36
3
6
4
3
4
100
16
27
2,5
170
22
4
24
10
4,5
1
1,5
Beraspal
Beraspal
Beraspal
Beraspal
Beton
Tanah/ Berpasir
Tanah/Beraspal
Jalan Setapak
Jalan Setapak
Jalan Setapak
Jalan Setapak
Beraspal
Beraspal
Beraspal
Beraspal
Beraspal
Beraspal
Beraspal
Sand
Beraspal
Beraspal
Beraspal
Berkerikil / Berpasir
Beraspal
Beraspal
Beraspal
Jalan Setapak
Jalan Setapak
Jalan Setapak
Jalan Setapak
Jalan Setapak

90 menit
30 menit
30 menit
40 menit
10 menit
1 jam
1 jam
4 jam
3 jam
1 jam
3 jam
45 menit
15 menit
60 menit
15 menit
25 menit
20 menit
20 menit
20-60 menit
120 menit
30 menit
60 menit
40 menit
150 menit
45 menit
15 menit
75 jams
4 jams
3 jams
1 jams
4 jams
Bus / Taxi
Taxi
Jeep / Taxi
Jeep
Jeep
Jeep / horse
Jeep
Jalan Kaki
Jalan Kaki
Jalan Kaki
Jalan Kaki
Bus / Taxi
Bus / Taxi
Taxi
Jeep / Taxi
Jeep
Jeep
Jeep
Horse / Jeep
Bus / Taxi
Bus / Taxi
Bus / Tax
Horse
Taxi
Taxi
Taxi / Jeep
Taxi / Jeep
Jalan Kaki
Jalan Kaki
Jalan Kaki
Jalan Kaki
Description: Akases Menuju Wisata Gunung Bromo Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Akases Menuju Wisata Gunung Bromo


Shares News - 18.10
Read More Add your Comment 0 komentar


Wisata Jawa Tengah : Vihara Buddhagaya Watugong Semarang



Vihara, kenteng, imlek, tiongkok
Vihara Buddhagaya Watugong adalah sebuah Vihara yang diresmikan pada 2006 lalu dan dinyatakan MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Vihara Buddhagaya Watugong terletak 45 menit dari pusat Kota Semarang. Vihara ini memiliki banyak bangunan dan berada di area yang luas.
Salah satu ikon yang paling terkenal di vihara ini adalah Pagoda Avalokitesvara (Metta Karuna), dimana didalamnya terdapat Buddha Rupang yang besarPagoda Avalokitesvara yang memiliki tinggi bangunan setinggi 45 meter dengan 7 tingkat, yang bermakna bahwa seorang pertapa akan mencapai kesucian dalam tingkat ketujuh.
Bagian dalam pagoda berbentuk segi delapan dengan ukuran 15 x 15 meter. Mulai tingkat kedua hingga keenam dipasang patung Dewi Kwan Im (Dewi Welas Asih) yang menghadap empat penjuru angin. Hal ini bertujuan agar sang dewi memancarkan kasih sayangnya ke segala arah mata angin.

Pada tingkat ketujuh terdapat patung Amitaba, yakni guru besar para dewa dan manusia. Dibagian puncak pagoda terdapat Stupa untuk menyimpan relik (butir-butir mutiara) yang keluar dari Sang Buddha. Bagian depan pagoda juga terdapat patung Dewi Welas Asih serta Sang Buddha yang duduk dibawah pohon Bodi.
Di Komplek Vihara juga terdapat cotage untuk para tamu menginap. Tepat di depan cotage terdapat Bangunan Dhammasala. Bangunan ini terdiri dari dua lantai, lantai dasar digunakan untuk ruang aula serbaguna yang luas dengan sebuah panggung didepannya sedangkan lantai atas untuk ruang Dhammasala.

Pada bagian tembok pagar disekiling dhammasala terdapat relief yang menceritakan tentang paticasamupada. Dengan melihat relief ini kita akan lebih mudah memahami konsep paticasamupada
Semuanya bagian dalam komplek Vihara ditata dengan rapi dipadukan dengan keasrian lingkungannya serta ditambah dengan keindahan arsitektur Tiongkok menjadikan tempat ini relatif menyenangkan untuk berziarah serta beribadah maupun sekedar mampir untuk istirahat melepas lelah karena dalam perjalanan.

Jika sedang berwisata ke Semarang, tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk mengunjungi  salah satu obyek wisata Kota Semarang. (visitsemarang.com)

Description: Wisata Jawa Tengah : Vihara Buddhagaya Watugong Semarang Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Jawa Tengah : Vihara Buddhagaya Watugong Semarang


Shares News - 01.14
Read More Add your Comment 0 komentar


Kesenian Tradisional Menjadi Daya Tarik Desa Wisata




Kesenian tradisional yang hidup di masyarakat bisa menjadi daya tarik desa wisata yang jumlahnya cukup banyak di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Kesenian tradisional yang sifatnya lokal yang berkembang di pedesaan memiliki potensi menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk mengunjungi desa wisata di daerah ini. Untuk itu, keberadaaannya perlu dipertahankan dan dikembangkan." 


Keberadaan kesenian tradisional jika digarap dengan baik dapat menjadi atraksi wisata yang menarik wisatawan berkunjung ke desa wisata. Desa wisata dengan sajian atraksi kesenian akan membuat wisatawan memiliki kenangan setelah mereka pulang karena terkesan dengan sajian atraksi tersebut.

Oleh karena itu, perlu upaya mengembangkan serta menghidupkan kesenian tradisional sebagai aset wisata agar sektor pariwisata di daerah bisa berkembang dengan meningkatnya kunjungan wisatawan.
"Dengan menampilkan atraksi kesenian seni lokal berarti membantu kelangsungan hidup kegiatan berkesenian di daerah itu. Bahkan pelaku seni tersebut dapat memperoleh tambahan penghasilan karena setiap penampilan mereka akan dibayar." 


Perlu keseriusan untuk mengembangkan dan melestarikan kegiatan seni dan budaya setempat agar mampu menjadi atraksi wisata, karena atraksi seni budaya memiliki hubungan erat dengan parwisata. "Jika kesenian berkembang, tentu akan menjadi aset bagi obyek wisata setempat dan diharapkan sajian atraksi seni budaya lokal tersebut menjadikan desa wisata lebih hidup dan diminati wisatawan." 
Description: Kesenian Tradisional Menjadi Daya Tarik Desa Wisata Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Kesenian Tradisional Menjadi Daya Tarik Desa Wisata


Shares News - 01.12
Read More Add your Comment 0 komentar


Liburan di Kepulauan Rempah Banda




Vasco da Gama berkeliling Tanduk Afrika – sebutan untuk daerah di semenanjung Afrika Timur, Christopher Columbus mendarat di ‘Dunia Baru’ alias Benua Amerika, dan anak buah Ferdinand Magellan menjadi yang pertama mengelilingi dunia. Tiga petualang besar bangsa Eropa tersebut sesungguhnya memulai petualangan mereka demi mencari ‘harta karun’ yang terletak di Indonesia, yaitu daerah penghasil rempah Ternate, Tidore, dan kepulauan Banda.
Cakalele Bandanaira
Penari Cakalele. Foto: Clara Rondonuwu
Ternate dan Tidore tentu akrab di telinga wegonesia. Apalagi, satu-dua tahun terakhir backpackeryang keranjingan island hopping rajin menyebut dua tempat liburan eksotis di Maluku Utara tersebut di akun sosial media. Tetapi Banda, sayangnya hanya segelintir wisatawan yang paham dan pernah menginjakkan kaki di surga rempah tersebut.
Kepulauan Banda berjarak sekitar 140 kilometer tenggara Kota Ambon, Maluku. Luas kawasannya hanya sekitar 50 kilometer persegi. Jika Anda membolak-balik lembaran sejarah, barulah Anda paham betapa terkenalnya kepulauan tersebut di kalangan penjelajah Eropa.
Kepulauan Banda
Pulau Gunung Api, kepulauan Banda. Foto: Clara Rondonuwu
Sampai abad ke-19, kepulauan Banda merupakan daerah penghasil pala nomor satu (dan satu-satunya). Pada masa itu, harga pala di pasar Eropa tidak ternilai. Itu sebabnya Eropa mulai berusaha mengendus sumber rempah yang satu ini. Mereka menduga pala berasal dari daerah Timur Jauh. Sayangnya, para pedagang Arab yang menjual pala dengan harga selangit kepada pengepul di Venesia, mengunci mulut rapat-rapat. Mereka sangat merahasiakan lokasi sumber pala mereka.
Tak satupun orang Eropa yang berhasil menebak posisi persis dari surga rempah Banda, sampai pada tahun 1511 Alfonso de Albuquerque menaklukan Selat Malaka untuk Raja Portugis. Alburquerque mengirim tiga kapal untuk berlayar ke jurusan timur mencari surga rempah tersebut. Kapal-kapal pun mengarungi samudera, melewati Nusa Tenggara lalu putar haluan ke utara dan menemukan Banda.
Setelah masa perburuan rempah usai, Banda tetap memendam ‘harta karun’. Penyelam-penyelam tangguh dari berbagai belahan dunia datang ke tempat ini untuk menikmati harta karun Banda yakni taman laut yang sehat dan perairan sejernih kristal yang menawarkan petualangan bawah laut kelas dunia.
Kepulauan Banda merupakan salah satu spot penyelaman terbaik di dunia. Palung dalam, dinding bawah laut terjal, dan ikan-ikan besar di perairan Banda menawarkan pengalaman menyelam yang langka.
Kalau Anda berlibur ke kepulauan ini pada April atau Oktober, jangan lewatkan juga serunya balap kora-kora (sejenis lomba perahu naga) antarkampung yang biasa digelar di perairan antara Pulau Bandanaira dan Pulau Gunung Api.
Kepulauan Banda juga punya banyak bangunan bersejarah, antara lain Fort Belgica, Fort Nassau, Fort Hollandia, dan Fort Concordia. Dari atas benteng-benteng peninggalan tentara kolonial tersebut, wisatawan bisa menikmati pemandangan indah pulau-pulau sekitar. Ada pula museum menarik, yaitu Rumah Budaya yang menyimpan lusinan barang antik dan lukisan bersejarah, serta museum di bekas rumah pembuangan Bung Hatta dan Sutan Sjahrir.
Rumah Budaya Banda
Koleksi uang kuno di Rumah Budaya, museum yang terletak di kepulauan Banda. Foto: Clara Rondonuwu
Wisatawan yang suka hiking dapat menguji stamina mereka di Pulau Gunung Api, sebuah gunung api setinggi 650 meter di atas permukaan laut. Untuk mendaki gunung yang terjal ini, wisatawan harus mulai mendaki dari pukul 5.30. Titik start yaitu stasiun pemantau gunung api, dari lokasi tersebut pemandu akan membimbing Anda melewati rute mudah sampai ke puncak.
Jika Anda tetap berjalan di jalur reguler, Anda akan sampai di puncak Gunung Api pada pukul 8.00. Saat langit cerah, dari puncak Gunung Api wisatawan dapat menikmati pemandangan kawah dan perkebunan kayu manis.
Siap angkat koper ke kepulauan Banda? Kalau iya, sebelum memulai perjalanan pilih musim yang tepat untuk berada di sana. Perairan Banda mulai tenang sekitar bulan Oktober-Desember dan Maret-Mei. Musim hujan berakhir antara pertengahan Juni dan Agustus. Sedangkan musim angin barat, alias selama periode ini angin bertiup kencang, berlangsung antara Juli dan Agustus. Selama periode tersebut, wisatawan sulit menikmati berbagai wisata bahari
Description: Liburan di Kepulauan Rempah Banda Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Liburan di Kepulauan Rempah Banda


Shares News - 04.19
Read More Add your Comment 0 komentar


Wisata Jogja : Jogja istimewa di bulan Januari






Kereta Kencana Kraton Yogyakarta
Kereta Kencana yang ditampilkan pada acara Pameran Kraton Yogyakarta di Pagelaran Keraton Yogyakarta.
Januari adalah bulan yang tepat untuk mengunjungi Yogyakarta. Sebab, di bulan ini sedang berlangsung pameran besar koleksi  Keraton Nyayogyakarta dan Pameran Arsip “Jogja Istimewa, Istimewanya Jogja” di kompleks Keraton Yogyakarta.
Pameran Keraton Yogyakarta menampilkan sejumlah koleksi keraton, termasuk alat transportasi berupa Kereta Kencana yang termahsyur. kereta-kereta ini berusia tua, bahkan ada yang hingga ratusan tahun. Dulunya, Sri Sultan menggunakan Kereta Kencana untuk berbagai keperluan, baik kepentingan pribadi maupun kepentingan keraton.
Mobil dinas Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Mobil dinas Sri Sultan Hamengkubuwono IX sewaktu menjabat sebagai Wakil Presiden RI.
Total kereta kencana yang dimiliki oleh pikah keraton sebanyak 23 buah, namun tak seluruhnya dipamerkan di sini. Sisanya terparkir rapi di Museum Kereta Keraton yang berada di kompleks Ndalem Keraton Nyayogyakarta. Sebelum diresmikan sebagai museum, dulunya tempat ini adalah garasi bagi kereta-kereta tersebut.
Selain Kereta Kencana, turut ditampilkan pula mobil dinas yang dulu digunakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX sewaktu maish menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Pameran Keraton Yogyakarta berlangsung hingga 24 Januari 2013.
Keraton Ngayogyakarto berlokasi di  Jalan Rotowijayan 1, dan buka pada hari Sabtu hingga Kamis pukul 08:00 – 14:00 WIB, dan hari Jumat pukul 08:00 – 12:00.
Selain pameran koleksi keraton, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga menggelar pameran arsip yang berlangsung pada 12 – 24 Januari 2013 di Bale Angun-Angun Sitihinggil Keraton Yogyakarta.
Selain itu, turut ditampilkan pula foto-foto hasil reproduksi arsip BPAD DIY, Arsip Nasional Republik Indonesia, koleksi Keraton Ngayogyakarta, dan Puro Pakualaman.
Naskah Perjanjian Giyanti
Naskah Perjanjian Giyanti (1755)
Pameran arsip tahun ini bertajuk “Jogja Istimewa, Istimewanya Jogja”. Berbagai arsip sejarah dan Budaya Yogyakarta dalam bentuk foto, tekstual, dan audiovisual dipamerkan di sini.
Salah satunya merupakan dokumentasi tekstual geopolitik Perjanjian Giyanti yang mengatur tentang pembagian Mataram menjadi wilayah Kasultanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Perjanjian yang terdiri dari 9 pasal dan satu bagian penutup ini merupakan cikal bakal lahirnya Yogyakarta.
Arsip perjuangan masyarakat demi mendapatkan pengesahan atas status keistimewaan Yogyakarta juga turut ditampilkan dalam pameran arsip tahun ini.
Pameran dibuka setiap hari pada pukul 09:00 – 13:00, dan pukul 17:30 – 22:00. Pengunjung dikenakan bea masuk sebesar Rp 5000 saja.
Jika Anda peminat sejarah dan budaya, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta, Januari adalah bulan yang tepat untuk menyambangi kota gudeg ini. (wego.com).
Description: Wisata Jogja : Jogja istimewa di bulan Januari Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Jogja : Jogja istimewa di bulan Januari


Shares News - 03.50
Read More Add your Comment 0 komentar


Wisata Jogja : Candi Ijo, candi tertinggi di Yogyakarta




Dari atas candi ini, wisatawan bisa melihat pesawat yang siap mendarat dan lepas landas di Bandara Adisutjipto.
Dibangun abad sembilan di atas Pegunungan SeribuCandi Ijo adalah candi Hindu yang posisinya paling tinggi di Kota Gudeg. Candi berada di ketinggian 410 meter dpl, di barat sebelah bawah wisatawan bisa melihat pesawat yang bersiap lepas landas dan mendarat di Bandara Adisutjipto.
Candi Ijo, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta
Secara administratif, Candi Ijo berada di Gumuk Ijo, Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Bermacam peninggalan budaya dapat dijumpai sejak pengunjung memasuki pintu masuk bangunan Candi Ijo. Tepat di atas pintu masuk tersebut, terdapat kala makara bermotif kepala ganda beserta atributnya yang banyak dijumpai pada candi-candi Buddha.
Ada pula arca berwujud perempuan dan laki-laki yang melayang, mengarah pada sisi tertentu. Maknanya bisa beragam. Antara lain sebagai suwuk untuk mengusir roh jahat atau bisa pula melambangkan bersatunya Dewa Siwa dan Dewi Uma yang dimaknai sebagai awal terciptanya semesta. Berbeda dengan arca-arca di Candi Prambanan, corak naturalis pada arca-arca di candi ini tidak menampilkan unsur erotisme.
Candi Ijo, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta
Bangunan Candi Ijo terbagi menjadi 11 teras. Pada teras ke-9, wisatawan akan bertemu dua prasasti. Satu diberi kode ‘F’ dan bertuliskan guywan atau berarti pertapaan sedangkan prasasti lainnya memuat mantra-mantra yang diperkirakan berisi kutukan. Mantra tertulis hingga 16 kali, berbunyi Om Sarwwawinasa, sarwwawinasa. Diduga prasasti-prasasti ini berkaitan dengan peristiwa tertentu yang terjadi di Jawa pada saat itu. Tetapi sampai sekarang misterinya belum terkuak.
Setiap penjuru candi juga menyodorkan panorama tersendiri. Sebelah selatan, wisatawan bisa melihat jurang dan lembah hijau sepanjang Piyungan. Termasuk kaki bukit Gunung Kidul yang berupa jurang curam dan areal sawah. Di barat, wisatawan bisa memandang area Yogyakarta yang tampak kehijauan. Sesekali pesawat mendarat di landasan Bandara Adisutjipto. Adapun di barat laut, kalau langit cerah wisatawan bisa melihat Gunung Merapi dan menikmati sunset.
Di timur laut tampak wilayah Klaten, yang diisi oleh rumah-rumah yang tampak mungil dari kejauhan. Kalau malam, pemandangan kawasan tersebut tampak temaram. Sungguh mempesona.
Akses ke Candi Ijo
Dari arah kota jogja / Bandara lurus ke arah timur ( arah solo ), sesampainya di pasar prambanan ( depan kompleks candi prambanan ) belok kanan arah selatan melewati depan pintu masuk Candi Ratu Boko, masih lurus ke selatan ( arah piyugan ) kira-kira 1 Km, belok kiri ( lihat papan arah/nama ) kira-kira 2 km menuju Dusun Groyokan, Desa Sambirejo. 
Foto-foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
Description: Wisata Jogja : Candi Ijo, candi tertinggi di Yogyakarta Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Wisata Jogja : Candi Ijo, candi tertinggi di Yogyakarta


Shares News - 11.16
Read More Add your Comment 0 komentar


Mengintip Koleksi Museum Tertua di Indonesia




Museum memang identik dengan benda-benda jadul dan kuno, sehingga banyak dari kita yang kurang berminat untuk mengunjunginya. Padahal dengan berkunjung ke museum, kita akan lebih tahu akan berbagai hal khususnya yang berkaitan dengan sejarah masa lampau.  Terlebih jika yang kita kunjungi merupakan musim tertua di Indonesia. Pasti benda-benda koleksinyapun juga banyak yang sudah berusian ratusan tahun. Yah, museum tersebut tak lain adalah Museum Radya Pustaka.
1348041009145236766
Museum Tertua di Indonesia
Museum Radya Pustaka terletak di Jalan Slamet Riyadi (tak jauh dari THR Sriwedari) Surakarta. Museum yang konon merupakan museum tertua di Indonesia tersebut didirikan pada tanggal 20 Oktober 1890 M (tepatnya hari Slasa Kliwon tg. 15 Mulud EHE 1900) atau lebih kurang 122 tahun yang lalu oleh KRA Sosrodiningrat IV. Pada awalnya museum ini berada di salah satu ruang di kediaman Beliau di Kepatihan, namun atas prakarsa Sri Susuhunan Paku Buwana X museum dipindahkan ke Loji Kadipolo (yang menjadi lokasi museum sekarang ini) yang dibeli oleh PB X dari seorang warga negara Belanda bernama Johannes Busselaar.
13480425711221798578
Bagian depan museum 
13480426061235480014
Arca dan lumpang batu di bagian depan museum
Beberapa waktu lalu museum ini sempat menjadi buah bibir, manakala arca-arca batu koleksi museum dicuri oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Toh pada akhirnya arca-arca yang dinyatakan hilang tersebut berhasil ditemukan di Belanda dan berhasil dikembalikan seperti sediakala. Ternyata meskipun sudah tua museum ini memiliki banyak keistimewaan ya. Yuk kita lihat ke dalamnya!
13480432661416134571
Pintu utama museum
13480433051565735970
Bagian teras museum
1348043864311019313
Batu Peringatan di teras
Di depan museum terdapat sebuah patung Ronggowarsito (salah satu pujangga beken di tlatah Jawa). Patung ini diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 11 Nopember 1953. Sebelum mencapai gedung museum, berjejer arca-arca dan lumpang-lumpang batu berbagai ukuran.  Untuk masuk ke dalam gedung museum, dikenakan karcis masuk yang terbilang sangat murah (Rp. 2.500,- per orang). Dibagian teras gedung terdapat arca-arca dan meriam kuno peninggalan jaman Belanda, dan juga batu peringatan yang menempel di dinding.
13480437591567332964
Patung KRA Sosrodiningrat IV 
1348043977456742413
Ruang pertama museum
Begitu melewati pintu utama, kita akan langsung melihat patung KRA Sosrodiningrat IV (pendiri museum) di bagian tengah ruangan. Sedangkan dibagian kiri dan kanan terdapat seperangkat meja kursi tua, dengan lemari-lemari kaca yang menyimpan berbagai koleksi wayang. Di belakangnya terdapat lorong dengan ruangan di bagian kiri dan kanannya. Di lorong sini terdapat beberapa koleksi senjata tajam seperti keris dan tombak dan juga berbagai macam sabit.
13480443932021575894
Koleksi sejam 
13480444352053235775
Koleksi keris
Di bagian timur lorong digunakan untuk menyimpan koleksi gerabah dan piala porselen yang merupakan hadiah dari Napoleon Bonaparte. Sedangkan di sisi kanan (bagian barat) dipergunakan untuk menyimpan koleksi berbahan perunggu seperti berbagai gong, arca-arca perunggu, maupun sebuah lonceng perunggu.
13480449431766807263
Koleksi Gerabah 
1348044973737669452
Koleksi perunggu
1348045008470033081
Awas, lonceng beracun
Di bagian berikutnya, di sisi kiri (Timur) terdapat sebuah perpustakaan kecil. Meskipun kecil, namun perpustakaan ini mempunyai ribuan koleksi di dalamnya. Dan mayoritas koleksinya merupakan naskah buku kuno yang sudah berusia ratusan tahun.  Salah satunya berupa “Serat Centhini” asli yang bertuliskan huruf Jawa. Namun bagi anda yang tidak mengerti huruf Jawa, tak perlu kuatir karena di tempat ini juga terdapatNaskah Carik Tedhakan (Turunan). Namun meskipun begitu, tetep saja masih susah dimengerti, karena masih berupa tembang-tembang Jawa seperti Dhandanggulo, Pangkur, Sinom, Mijil, Asmorodono dan lain sebagainya. Sedangkan di ruang yang bagian kanan merupakan tempat koleksi relung rambut Budha yang terbuat dari perunggu.
1348045644580777450
Perpustakaan yang kaya naskah kuno
1348045690134051590
Salinan naskah kuno berhuruf Jawa 
134804573255154275
Serat Centhini = Kamasutra Jawa? 
Memasuki ruang berikutnya, kita akan melihat seperangkat gamelan Jawa lengkap dengan gelaran wayang kulitnya. Inilah ruangan terbesar di museum ini. Di bagian tepi ruangan terdapat koleksi benda-benda kuno seperti alat pengangkut sesaji keraton Surakarta, sarang burung dengan ornamen naga, mesin ketik berhuruf Jawa, dan masih banyak lagi.
13480460031018124843
Seperangkat gamelan Jawa
1348046069827697083
Sangkar burung dgn ornamen naga
1348046106320757926
Mesin Ketik berhuruf Jawa 
Di bagian kanan (Barat) terdapat sebuah ruangan yang berbau khas harum dupa. Yah disinilah tersimpan koleksi Kyai Rajamala yang masih dikeramatkan karena dipercaya masih memiliki linuwih. Rajamala berupa kepala raksasa yang digunakan untuk hiasan kapal kerajaan. Sedang di sisi lain digunakan untuk ruang memorial KG Panembahan Hadiwijaya.
13480463701682112310
Kyai Rajamala yang dikeramatkan 
13480464111723308519
Ruang Memorial 
Di belakang ruang ini terdapat koleksi yang tak kalah menarik. Yakni berupa koleksi berbagai uang kuno dari berbagai negara, dan berbagai miniatur seperti miniatur Sanggabuana, Makam raja-raja Mataram di Imogiri, dan juga Masjid Agung Surakarta.
13480465881198418368
Miniatur Sanggabuana 
13480466231033865251
Miniatur Masjid Agung Surakarta
13480470711996647280
Koleksi uang kuno 
Tak jauh dari tempat ini merupakan ruangan terakhir bagian museum. Namun di sinilah terdapat koleksi benda-benda berharga. Karena di ruangan terakhir sinilah kelima arca yang sempat hilang itu berada. Kelima arca tersebut arca Agustya Siwa Mahaguru, Durga Mahesa Suramadini, Mahakala, Durga Mahesa Suramadini II dan Siwa. Arca-arca tersebut disusun berjejer keliling ruangan, dengan lingga di bagian tengahnya.
1348047223518099728
Ruangan terakhir yang banyak arca 
Meski hanya merogoh kocek sebesar Rp. 2.500,- ternyata begitu banyak benda-benda dan sastra kuno yang bisa kita saksikan di museum ini.  Jadi siapa bilang berwisata itu harus menelan biaya yang “mahal”. Selain itu dengan mengunjungi museum berarti kita sudah menghargai sejarah dan kebudayaan kita. Bukankah ada ungkapan 
Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai sejarahnya“?

Description: Mengintip Koleksi Museum Tertua di Indonesia Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Mengintip Koleksi Museum Tertua di Indonesia


Shares News - 05.27
Read More Add your Comment 0 komentar